oleh

LP2M IAIN Syekh Nurjati Petakan Komoditas Unggulan Desa

Citrust.id – Lembaga Pengelola Penelitian dan Pengabdian (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar ekspos hasil pemetaan potensi desa berbasis komoditas unggulan di Desa Buninagara, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka.

Acara yang dilaksanakan di GOR Desa Buninagara itu dihadiri 40 peserta. Mereka berasal dari berbagai unsur masyarakat, seperti aparatur pemerintah desa, pengurus RT/RW, perwakilan kelompok perempuan, dan pengurus lembaga desa lainnya.

Ekspos itu merupakan bagian dari diseminasi hasil pemetaan potensi desa terkait dengan komoditas unggulannya. Sebelumnya telah dilakukan melalui pemetaan ruang, penelusuran sejarah desa, dan identifikasi komoditas unggulan.

Pemetaan itu digawangi Toto Suharto, S.E, M.Si, Turasih, S.KPm, M.Si, dan Suciyadi Ramdhani, M.Ant. Selain itu, terdapat tujuh mahasiswa jurusan Pengembangan Masyarakat Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Ketua LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag., menjelaskan, program itu merupakan bagian perwujudan amanat tridharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Maka dari itu, LP2M akan berupaya maksimal mendampingi masyarakat hingga level desa terbaik. Diharapkan, dari semua itu akan lahir inovasi pembangunan desa, khususnya di Desa Buninagara yang tengah dipetakan,” ujarnya.

Tim pelaksana pendampingan pemetaan potensi desa berbasis komoditas unggulan itu terdiri dari dosen dan mahasiswa. Mereka secara partisipatif melibatkan peran masyarakat di lapangan.

Dia menjelaskan, Desa Buninagara tengah bertransformasi dari desa maju menuju desa Mandiri. Indeks Kemandirian Desa (IDM) menunjukkan, desa itu telah berhasil mengelola potensi sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi. Hal itu guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakatnya.

Turasih, perwakilan tim pendamping, menambahkan, dalam mewujudkan desa mandiri, perlu ditingkatkan kemandirian pembangunan desa, baik dari kualitas hidup maupun kesejahteraan masyarakatnya.

Upaya itu, kata dia, dapat direalisasikan dengan melibatkan kerja sama semua unsur pemerintah di pusat hingga kabupaten, termasuk stakeholder lain, seperti perguruan tinggi.

“Dalam mendorong transformasi Desa Buninagara menjadi desa mandiri,
kami berhasil menyusun output pemetaan, berupa peta ruang potensi desa, video profil desa, dan buku profil berbasis komoditas unggulan,” paparnya.

Dia menegaskan, desa juga harus mau membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak, dalam meningkatkan kapasitasnya jika ingin berinovasi. Untuk itu perlu perencanaan yang matang dengan berbasis data lapangan dan potensi masyarakat serta potensi sumber daya yang ada di desa. Sehingga model pembangunan tidak hanya selesai di atas kertas.

“Dari hasil penelitian kami, potensi yang ada di Desa Buninagara di antaranya kerajinan anyaman bambu dan makanan lokal. Ke depan, jika dioptimalkan dapat menjadi ikon desa setempat,” tuturnya.

Kepala Desa Buninagara, Asep Sukmawan, mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas pendampingan LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang akan mendorong desanya berubah menjadi desa mandiri.

Hasil dari pemetaan itu akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pembagunan desa, dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

“Desa kami akan terus bergerak dan berinovasi guna meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat desa. Hal itu sebagaimana amanat UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 67 Ayat (1) dan (2) tentang Hak dan Kewajiban Desa,” terangnya. (Abduh)

Komentar

News Feed