oleh

Kurangnya Daya Beli Masyarakat Sebabkan Anak Jajan Sembarangan

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Keamanan dalam mengonsumsi makanan di sekolah bagi anak, nampaknya belum menjadi prioritas warga Kota Cirebon. Hal tersebut diduga muncul karena kurangnya daya beli masyarakat, Kamis (26/05).

“Bagi warga yang daya belinya rendah, mereka hanya mementingkan harga murah meski tidak aman,” ujar Kasi Keamanan Pangan Kantor Ketahanan Pangan Kota Cirebon, Iin Inayati.

Hal itu lah yang menjadi konsentrasi Kantor Ketahanan Pangan. Edukasi akan makanan sehat yang mengandung empat sehat lima sempurna, terus digalakan hingga ke tingkat RW. Hal itu dilakukan dengan menggandeng para kader PKK yang ada di masyarakat.

“Edukasi tentang keamanan makanan juga selalu disertai dengan kampanye makanan berimbang dan aman. Terutama konsumsi buah dan sayuran yang kandungan antioksidannya tinggi,” paparnya.

Seperti diketahui, Kantor Ketahanan Pangan mendeteksi setidaknya ada 40 persen jajanan sekolah yang mengandung bahan berbahaya. Hasil tersebut didapat dari uji sampel jajanan seperti mie basah, otak-otak, sosis, dan makanan ringan lainnya di 13 sekolah Kota Cirebon. (Wilda)

BACA JUGA:   Lomba Binaraga Jatiwangi Cup Lestarikan Kultur Pabrik Genting

Komentar

News Feed