oleh

Kuartal II 2016 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,18 Persen

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2016 sebesar 5,18 persen year on year (YoY). Dengan demikian pertumbuhan ekonomi kumulatif semester-I 2016 sebesar 5,04 persen.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, bahwa secara nilai Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II 2016 berdasarkan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) mencapai Rp 2.353,2 triliun dan berdasarkan ADHB mencapai Rp3.086,6 triliun.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi ini berasal dari dokestik dan eksternal. Faktor domestik yang mempengaruhi yaitu harga komoditas nonmigas di pasar internasional yang mengalami peningkatan. Selain itu, harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) naik dari 30,20 dollar AS per barel pada kuartal I 2016 menjadi 42,13 dollar AS pada kuartal II 2016.

BPS juga mencatat bahwa ada pengaruh inflasi sebesar 0,44 persen quarter to quarter (Q-to-Q), dan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) yang turun dari 6,75 persen pada Maret 2016 menjadi 6,50 persen pada Juni 2016.

Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) kuartal II 2016 sebesar Rp151,6 triliun, atau naik sebesar 3,5 persen (Q-to-Q), dan naik 12,3 persen (YoY).

Pada kuartal II 2016 juga terjadi pergeseran panen raya tanaman pangan yang berpengaruh terjadap pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2016 juga dipengaruhi oleh peningkatan produksi mobil sebesar 10,96 persen (Q-to-Q) menjadi 316.351 unit. Produksi semen pada kuartal II 2016 juga naik 3,34 persen (Q-to-Q) menjadi 14,40 juta ton.

Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia juga mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal II 2016. Jumlah wisman yang masuk ke Indonesia mencapai 2,67 juta kunjungan atau naik 2,15 persen (Q-to-Q) dan naik 5,83 persen YoY. (Net/CT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed