oleh

Kota Cirebon Kekurangan PNS Berjiwa IT

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Pemanfaatan teknologi dalam penataan dan administrasi perkotaan sudah tidak bisa dihindarkan lagi. Banyak kota maupun kabupaten di Indonesia berbondong menggunakan sarana memanfaatkan informasi dan teknologi sebagai acuan administratif.

Namun, adanya sarana dan prasarana berbasis IT juga memerlukan tenaga opetaror handal. Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni di bidang itu, kini menjadi persoalan yang dihadapi Pemkot Cirebon dalam menjalankan tata administrasi dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami kekurangan sekira 600 PNS yang andal mengoperasikan IT. Yah kalau ngetik-ngetik doang mah semua bisa, tapi yang mengoperasikan, mengumpulkan dan mengirimkan data fingerprint, merekapitulasi data menggunakan perhitungan di Microsoft Excel, atau membuat presentasi di Microsoft Power Point jarang yang punya skill begitu,” papar Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan (BK-Diklat) Kota Cirebon, Anwar Sanusi, Kamis (21/07).

Anwar pun menjelaskan, kebutuhan tersebut bisa dibilang mendesak. Mengingat, komputerisasi banyak program di Pemkot Cirebon makin sering digunakan dalam proses pelayanan sehari-hari. Ditambah, moratorium PNS yang dicanangkan Kemenpan-RB memperparah kebutuhan Pemkot akan PNS yang andal di bidang pemanfaatan IT.

“Masih belum banyak yang benar-benar mendalami IT, cuma sedikit yang bisa,” ujar Anwar.

Untuk mengakalinya, BK-Diklat pun menggelar pelatihan komputer bagi PNS yang dirasa belum mampu menjalankan sistem komputerisasi dengan baik dan benar. Hal itu diharapkan bisa menutup celah kekosongan PNS yang tak bisa mengoperasikan komputer. (Wilda)

BACA JUGA:   Pemkab Majalengka Raih Dua Penghargaan Pelayanan Publik dari Mendagri

Komentar

News Feed