oleh

Ketua HNSI: Daya Saing Garam Cirebon harus Diberdayakan!

Citrust.id – Kisah sedih petani garam Cirebon pasca-banjir Ciledug Wetan, masih harus berlanjut karena ketidak-berpihakan pemerintah menyusul rencana pemberlakuan impor garam dalam waktu dekat ini. Tak kurang dari 3,7 juta ton garam impor, terutama dari Cina, akan membanjiri pasar dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Marzuki Yazid kepada Citrust.id, saat memantau wilayah terdampak banjir di permukiman nelayan Gebang Kabupaten Cirebon, Minggu (25/02).

“Petani garam harus diberdayakan, harus ada transformer pengetahuan kepada petani garam oleh pemerintah dan para pelaku usaha.”

Dengan pemberdayaan yang lebih memadai, daya saing petani garam Cirebon akan meningkat, seiring tercapainya produktivitas serta kualitas garam produksi petani.

“Melalui wadah HNSI, kita akan terus perjuangkan pemberdayaan petani garam, utamanya di tingkat regulasi,” papar Marzuki yakin.

Di sisi lain, ia mengeluhkan sikap para pelaku usaha yang selama ini memposisikan diri sebagai pedagang saja. Mereka membeli hasil panen dari petani garam, tanpa memikirkan bagaimana kelangsungan usaha petani.

“Kita yakin apabila para pelaku usaha mau memberdayakan petani, kelangsungan usahan mereka, serta kesejahteraan petani garam akan lebih baik,” pungkasnya. /rohmat em humair

BACA JUGA:   Jualan Batik hingga ke Moskow

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed