oleh

Kadar Air 100% Asin, Petambak Udang di Pasekan Gunakan Air Sungai Sebagai Penetralisir

INDRAMAYU (CT) – Petambak udang di Desa Brondong, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu berbondong-bondong menggunakan air sungai untuk menetralisir keasaman air yang 100% asin karena belum stabilnya musim hujan, Jum’at (19/12).

Menurut Ajidin, petambak udang mengatakan ia dan para petambak udang yang lain terpaksa membuat pompa air guna mengambil air dari sungai untuk menetralisir air, karena kadar air yang 100% asin membuat pertumbuhan udang terganggu.

“Hujan kan belum stabil jadi airnya masih terasa asin, pertumbuhan udang sangat terganggu. Biasanya saya sekali panen itu bisa mencapai 60 hingga 70 kilogram, dengan jumlah pendapatan sekitar 10 juta, kami melakukan panen itu setiap sekitar 3–4 bulanan,” kata dia.

Masih menurut Ajidin, ia menuturkan bahwa biasanya ia menjual udangnya kurang lebih sekitar 30 ekor per kilonya, dengan harga Rp. 100.000 dan masih bisa ditawar. Akan tetapi menurutnya udang yang sekarang akan dipanen ukurannya tidak sebesar dulu karena faktor air.

“Mungkin permasalahan kami para petambak itu air, jadi jika musim hujan sudah stabil hasil panen kami pun akan baik, kalau saya petambak udang pedet,” ujarnya. (CT-112)

BACA JUGA:   Satu Rumah Ambruk akibat Pergerakan Tanah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed