oleh

JNE Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Internasional

Citrust.id – JNE menggandeng Kompasiana menggelar JNE Kopiwriting bertemakan “Digitalisasi Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Internasional” di Olive Bistro, Kota Cirebon, Rabu (30/10). Cirebon adalah kota keenam atau penutup setelah kegiatan serupa diadakan di Bandung, Padang, Banjarmasin, Malang, dan Yogyakarta.

Kegiatan itu juga menghadirkan pemateri Kabid Koperasi dan UMKM Kota Cirebon, Saefudin Jupri, Manager Marketing BT Batik Trusmi, Choki, dan Deputy Manager Sales & Marketing JNE Cirebon, Firman Ramadhan.

Dalam sambutannya, Head of Regional JNE Jawa Barat, Murah Lestari, menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia didukung oleh berkembangnya UMKM.

Perkembangkan ekonomi digital juga sangat berdampak positif kepada bidang logistik. Perpindahan barang dari produsen ke konsumen membutuhkan logistik yang efisien sekaligus tepat waktu.

“Menghantarkan kebahagiaan atau Connecting Happiness adalah semangat yang harus terus dijalankan. Bukan hanya dalam memberikan pelayanan prima kepada pelanggan, tapi juga berbagai program yang memberikan manfaat,” ucap Murah.

Ia melanjutkan, upaya pengembangan bisnis perusahaan yang fokus pada peningkatan kualitas dalam aspek teknologi dan infrastruktur, ditopang pengembangan kemitraan strategis pun terus dilakukan JNE, seiring dengan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.

“Semoga melalui acara ini, JNE dapat menyampaikan pesan tentang pentingnya mendorong ekonomi digital UMKM lokal untuk dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri, bahkan bisa menembus pasar internasional, dengan dukungan sistem logistik yang menyediakan berbagai kemudahan bagi para pelaku industri kreatif dalam mengembangkan usaha,” tutur Murah.

Sementara itu, Pimpinan Cabang JNE Cirebon, Syahrilruddin, memaparkan, para pelaku UKM harus terus berinovasi, baik dalam kualitas produk maupun pengemasan, untuk dapat bersaing pada era 4.0.

“Selain itu, strategi digital marketing juga harus terus diperkenalkan dan diimplementasikan agar memberikan nilai lebih. Dengan demikian, produknya dapat dipasarkan ke seluruh nusantar, bahkan luar negeri,” ujarnya.

BACA JUGA:   Jadi Tersangka Penembakan, Anak Bupati Majalengka Jalani Pemeriksaan

Dikatakan Syahrilruddin, JNE Cirebon punya 335 titik jaringan. Pertumbuhan pengiriman JNE Cirebon pada tahun 2018 antara 30-40 persen yang didominasi online seller UKM sebesar 70 persen.

“Pengguna JLC di Cirebon pun didominasi online seller dengan 2291 member aktif,” ucapnya. (Haris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed