oleh

JKN-KIS Ringankan Biaya Pelayanan Kesehatan Ambali

Citrust.id – Bagi Ambali (48 tahun) terdaftar sebagai Peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya di biayai oleh Pemerintah Pusat merupakan berkah tersendiri. Dengan kondisi ekonominya saat ini, Ia tak perlu khawatir akan biaya pelayanan Kesehatan yang mungkin timbul apabila ia ataupun anggota keluarganya mengalami sakit.

“Alhamdulillah, sudah sejak lama Bapak dapat KIS ini, dari tahun 2018. Dikasihnya sama Aparat Desa waktu itu katanya dari Pemerintah,” ujar Ambali, Kamis (26/11).

Dalam kesehariannya, Ambali berprofesi sebagai seorang relawan kebersihan di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di daerah Jamblang, Kabupaten Cirebon. Ia mengaku hidup serba berkecukupan dengan penghasilan yang diperolehnya. Istrinya sendiri merupakan seorang Ibu Rumah tangga yang mengurus empat orang anaknya tersebut.

Selama terdaftar sebagai Peserta JKN-KIS, Ambali mengaku sudah sering menggunakan KIS yang dimilikinya tersebut. Ia dan keluarganya terbiasa memanfaatkan KIS untuk berobat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar. Selain itu ia juga secara rutin melakukan rawat jalan terhadap sakit stroke yang dideritanya sejak beberapa tahun lalu. Ambali mengaku sangat senang memiliki KIS dikarenakan seluruh biaya pengobatan di tanggung sepenuhnya oleh Program JKN-KIS dikarenakan telah sesuai prosedur. Selain itu di Fasilitas Kesehatan ia juga tidak pernah merasakan perlakuan yang berbeda dibandingkan dengan pasien lainnya.

“Alhamdulillah, bersyukur ada hikmahnya punya KIS. Kalau Bapak berobat biasanya ke Puskesmas Wangunharja, kadang di rujuk juga sih ke Rumah Sakit Mitra Plumbon, kadang juga ke Rumah Sakit Ciremai,” ungkap Ambali.

Dengan telah dirasakannya manfaat Program JKN-KIS oleh Ambali, ia berharap Program JKN-KIS dapat terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Tak lupa ia juga berterima kasih kepada Peserta JKN-KIS lainnya yang telah secara rutin membayar iuran setiap bulannya. Sebab iuran yang dibayarkan telah membantu peserta lain yang membutuhkan pelayanan seperti dirinya.

“Mudah-mudahan BPJS Kesehatan dan JKN-KIS selalu ada supaya banyak masyarakat bisa hidup sehat.” ucap Ambali.

Komentar

News Feed