oleh

Ini Analogi dan Alasan Mengapa Satgas Investasi Anggap CSI Ilegal

Cirebontrust.com – Satgas Waspada Investasi akhirnya menyatakan bahwa bisnis investasi syariah yang ditawarkan Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) adalah ilegal. Peletakan status ilegal itu, didasarkan pada sistem investasi yang tak sesuai dengan izin operasional.

CSI pun patut diduga melanggar Pasal 59 UU Nomor 21 tentang Perbankan Syariah. Lembaga yang menawarkan investasi syariah sejak 2010 tersebut diduga telah menghimpun dana secara ilegal dan dengan sistematika yang ilegal pula.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Muhamad Lutfi. Dia menyatakan juga hal paling fatal yang dilakukan CSI dalah melakukan aktivitas seperti perbankan. Padahal, izin yang dimiliki CSI adalah izin membuka koperasi.

“Kegiatan mereka itu, misalnya ada nasabah yang mendaftar, mereka langsung kasih bunganya lima persen. Padahal jika kita merunut pada aktivitas koperasi, itu harus dari anggota dan untuk anggota,” papar Lutfi dalam press conference tentang investasi ilegal, di gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon, Jalan Yos Sudarso, Kota Cirebon, Senin (05/11).

Bahkan, kata dia ada aturan jika ingin berinvestasi di koperasi harus enam bulan terdaftar dulu. hal ini, katanya CSI tidak ada rapat tahunan.

“Harusnya kalau memang koperasi, ya harus menyelenggarakan rapat tahunan itu,” jelas Lutfi.

Terkait belum adanya laporan masyarakat yang dirugikan oleh CSI, Lutfi memberikan analogi tentang orang yang memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dengan kendaraan yang dibawa.

Baca juga:

 

OJK: Masyarakat yang Merasa Dirugikan oleh CSI, Segera Lapor!


Ditangkap Bareskrim Polri, Ini Kabar Dua Direksi CSI


Pihak PT CSI Belum Berikan Tanggapan Terkait Pembekuan Rekening

“Contohnya gini, ada orang yang memiliki SIM A, itu kan hanya boleh mengendarai mobil ukuran kecil, tapi ini malah dia nyetir tronton. Kan bahaya, tanpa harus menunggu adanya laporan korban, ya kasus seperti itu harus segera ditindak, karena akan membahayakan pengendara yang lain,” pungkas Lutfi. (Wilda)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

News Feed