oleh

Hatoon Al-Fasi: Ulama Perempuan Bertanggungjawab Menyampaikan Islam Moderat, Kesetaraan dan Kemanusiaan

Cirebontrust.com – Di Arab Saudi ulama perempuan atau alimat adalah para pendidik perempuan. Mereka ahli dalam studi agama yang memiliki kemampuan untuk memberikan fatwa dan ijtihad. Mereka juga memiliki pengetahuan tentang Islam yg dapat memberikan spirit kesetaraan dan keadilan.

Sayangnya, banyak pimpinan yang memonopoli pandangan yang akhirnya menyudutkan perempuan. Ini adalah kasus-kasus dan tantangan yang dimiliki perempuan Muslim di banyak tempat.

“Untungnya, Arab Saudi memberikan keistimewaan terhadap saya sekaligus menjadi perhatian ketika saya yang perempuan di Arab Saudi berbicara Islam. Di dunia Arab para alimat tidak banyak,” katanya, Selasa (25/04).

Begitupun di Maroko dan Mesir ijtihad yang dilakukan alimat untuk memberikan perspektif perempuan pada Islam.

Beberapa strategi yang digunakan, jika merujuk pada pusat studi pembangunan di Mesir, metode mereka adalah untuk menjembatani organisasi-organisasi perempuan untuk memfokuskan pemenuhan hak-hak perempuan oleh negara. Seperti di kampus Al-Azhar yang berhasil membuahkan banyak karya.

Begitupun inisiatif dari pusat studi perempuan di Maroko dengan membangun jaringan yang mendorong kekuatan di kalangan perempuan muslim negara-negara Arab ke tingkat global. Hal itu ditempuh dengan memproduksi tulisan tentang pengalaman mereka.

Organisasi ini telah memimpin dan mengambil peran yang sangat penting bagi negara-negara Arab melalui bangunan pengetahuan dengan mendiseminasi karya dan terjemahan karya-karya mereka. Pengetahuan ini sangat baik untuk memberikan bacaan alternatif.

Menurutny saaat bicara tentang perempuan Arab Saudi, hal yang menjadi lebih kompleks karena perempuan harus memikul beban tradisi negara Islam yang menjadikannya sangat kaku dalam semua tingkatan.

Politik, ekonomi dan sosial. Sementara, perempuan Arab Saudi menjadi contoh bagi semua dunia Islam. Jadi tidaklah jarang kita melihat laki-laki di luar Arab Saudi menggunakan celana pendek (di atas mata kaki) dan perempuan harus menutup dari kaki sampai kepala.

BACA JUGA:   Tiket KA untuk Libur Nataru Sudah Bisa Dipesan

“Maka dari itu, kita ulama perempuan memiliki tanggung jawab menyebarkan Islam moderat yang menyampaikan kesetaraan dan kemanusiaan. Menjadi seorang alimat di kawasan kami (Arab Saudi) bukanlah tugas yang mudah. Walaupun ada ribuan perempuan lulusan pendidikan Islam, penghafal Ak-Quran, tetapi kita tidak punya alimat yg diakui sebagai imam yang bisa melakukan ijtihad dan diakui,” tambahnya.

Merujuk pada kehidupan perempuan Arab Saudi hari ini, memiliki kisah yang berbeda dari sebelumnya. Mereka mencoba untuk menghadapi realita dan melakukan interpretasi atasnya. Meskipun sulit, namun satu persatu mereka menjadi vokal.

Apa yang telah diajarkan oleh ulama (laki-laki) baik di sekolah ataupun institusi keagamaan bukanlah satu-satunya kebenaran. Celakanya negara juga mengambil keuntungan dengan mendukung laki-laki di banyak kondisi. (Iskandar)

Komentar

News Feed