oleh

Hari Penyu Sedunia: Bagaimana Nasib Penyu yang Semakin Terancam Punah?

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Sebagai hewan purba yang telah hidup pada ribuan bahkan ratusan juta tahun lalu, hingga kini masih bisa kita temukan di beberapa wilayah perairan Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, eksistensi penyu semakin terancam hingga dinobatkan sebagai hewan yang hampir punah.

Kepunahan penyu bukan tanpa alasan, banyak faktor yang memengaruhi jumlah habitat penyu. Berikut ini adalah hal-hal yang menyebabkan penyu terancam punah.

Selama berabad-abad, penyu telah diburu demi mendapatkan karapasnya untuk dibuat sebagai hiasan dan barang-barang lainnya. Keunikan pada karapas penyu sisik membuat spesies ini digemari dan paling banyak diburu untuk mendapatkan karapasnya. Meski perdagangan karapas penyu merupakan perbuatan melanggar hukum, namun masih banyak orang melakukannya. Alhasil, penyu sisik pun terancam punah.

Perubahan iklim berpengaruh signifikan terhadap kelangsungan hidup penyu, termasuk jenis kelamin keturunan. Perubahan iklim membuat suhu lingkungan menjadi lebih hangat, sehingga menghasilkan lebih banyak penyu betina. Hal ini mengganggu rasio jenis kelamin normal dan mengurangi kesempatan reproduksi serta menurunkan keragaman genetik.

Selain itu, es kutub yang mencair dan naiknya tingkat permukaan laut mengikis habitat pesisir penyu, membuat ukuran pantai tempat mereka bersarang semakin menyusut.

Perdagangan semua spesies penyu dan seluruh bagian tubuhnya dilarang berdasarkan Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar Terancam Punah.

Meskipun demikian, perburuan penyu terus terjadi. Selain diambil karapasnya, daging dan telur penyu juga diambil untuk konsumsi manusia, serta masih menjadi sumber pendapatan di banyak negara. Penyu juga kerap diburu untuk pengobatan tradisional. (Net/CT)

BACA JUGA:   Pemkab Majalengka Dorong Pembangunan di Sektor Pertanian

Komentar

News Feed