oleh

Dr Syafiq Hasyim: Ada Tokoh di Cirebon yang Curigai Terlibat Gerakan Teroris

CIREBON (CT) – Peneliti teroris asal Indonesia, Dr. Syafiq Hasyim Director of International Centre for Islam and Pluralism mengungkapkan bahwa Islamic State of Irak and Syria (ISIS) secara misi dan ideologi belum diketahui secara jelas. Pasalnya, belum ada penelitian yang akurat, karena tidak ada yang mampu menembus pucuk pimpinannya, Rabu (03/02).

“ISIS itu makhluk apa belum jelas. Unsur salafi ada, tapi bukan salafi secara umum, karena mereka benci Arab. Kalau dia Alqaedah juga tidak. Yang jelas mereka membuat kemudharatan,” terang Syafiq, saat ditemui CT di Buntet Pesantren, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.

Namun demikian, dirinya memaparkan, munculnya ISIS akibat ketidakpuasan terhadap model gerakan terorisme internasional yang lain. Salah satu bentuk ketidakpuasan itu, karena tidak membangun entitas bio politik, atau berbasis pada teritori. Inilah yang membedakan dengan gerakan radikal militan teroris yang sudah ada sebelumnya, dengan ISIs.

“ISIS membangun kedaulatan atas wilayah tertentu, ini berbeda dengan gerakan radikal militan teroris yang lain. Dia meyebarkan ideologi yang mereka yakini,” paparnya.

Dirinya pun menilai, bahwa Cirebon adalah daerah hot spot gerakan teroris. Indikasinya, yakni tertangkapnya diduga teroris ISIS yang terlibat pada pengeboman di Thamrin, Jakarta beberapa waktu lalu.

“Ada beberapa tokoh di Cirebon yang dicurigai ikut dalam gerakan terorisme,” ungkapnya.

Sementara itu, Isheri SSos, MT Kasubdit Penangkalan dan Pembinaan Masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan, salah satu pelaku teror bom bunuh diri di Thamrin, Jakarta beberapa waktu lalu adalah residivis, dan akan dibina oleh BNPT.

“Pelaku bom Thamrin yang bernama Afif atau Sunakin itu rencananya mau kami bina. Eh malah dia ngebom lagi,” katanya sembari tersenyum.

BACA JUGA:   Milenial Kuningan Gelorakan Persatuan dan Kesatuan

Afif atau Sunakin, adalah salah satu pelaku dari 4 orang teroris, yang tewas ditembak polisi di depan Starbucks, pada teror pengeboman di Thamrin, Jakarta beberapa waktu lalu. (Riky Sonia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed