oleh

Dishub Cirebon Kota Lakukan Perbaikan dan Perawatan Halte yang Rusak

Citrust.id – Dinas Perhubungan Kota Cirebon pada tahun 2017 telah merehab 13 halte yang kondisinya rusak. Sebanyak 8 halte menyusul direhab pada tahun 2018.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Drs H Atang Hasan Dahlan, melalui Kasi Prasarana Lalu Lintas, Ahmad Faisal, mengungkapkan, Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyebutkan, halte adalah tempat pemberhentian kendaraan bermotor umum untuk menaikan dan menurunkan penumpang.

Kota Cirebon memiliki total 21 halte. Sebanyak 13 halte telah diperbaiki dan dilakuakn perawatan, yakni halte MAN 2 Pelandakan, halte STAIN/IAIN Perjuangan, halte SMAN 4 Perjuangan, halte Unswagati Pemuda, halte SMK Veteran Pemuda, halte SMAN 2 Cipto, halte SMAN 1 Wahidin, halte depan Kantor Lingkungan Hidup Wahidin, halte depan BTN Krucuk, halte SMPN 1 Siliwangi, halte PGC Siliwangi, halte depan LP Kesambi, dan halte SMAN 3 Pronggol.

“Perbaikan 13 halte tersebut menyerap anggaran total sekitar Rp80 juta atau masing-masing halte sebesar Rp6-7 juta tergantung tingkat kerusakannya,” ujar Faisal, Jumat (5/1).

Dikatakan Faisal, tahun ini, Dishub Kota Cirebon juga akan memperbaiki 8 halte. Halte tersebut yakni halte depan Giant Bypass, halte depan Kantor Inkom Bypass, halte Perum Ciremai, halte Kalijaga, halte Alun-alun Kejaksan, halte SMKN 1 Perjuangan, halte depan Kantor Pos Yos Sudarso, dan halte depan RS Pelabuhan.

“Perbaikan sebanyak 8 halte itu akan menyerap anggaran total sekitar Rp38 juta,” katanya.

Faisal menjelaskan, kerusakan halte terdiri dari tiga tingkat, yakni rusak ringan, sedang dan rusak berat. Halte rusak ringan seperti cat atau papan nama yang pudar. Untuk halte yang rusak sedang dilakukan pengelasan. Sedangkan contoh halte yang rusak berat seperti kursi yang rusak atau atap pecah.

BACA JUGA:   Pemkot Benahi Tata Kelola Keuangan untuk Cegah ASN Langgar Hukum

Faisal menambahkan, dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan halte-halte yang ada dengan baik. Masyarakat juga diminta tidak mencoret-coret halte (vandalisme) apalagi sampai merusak halte.

“Untuk para pedagang kami minta tidak berjualan di halte,” pungkasnya. /haris

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed