oleh

Difteri Wabah Mematikan dan Langka, Ini Penjelasan Dokter

CIREBON (CT) – Pemerintah Kabupaten Cirebon menetapkan Wabah Difteri sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) karena telah menyerang belasan warga dari dua desa, yakni Desa Sampih, Kecamatan Susukanlebak, dan Desa Luwung, Kecamatan Mundu, bahkan telah memakan korban 3 orang meninggal.

Wabah penyakit tersebut, cukup mematikan dan termasuk langka. “Difteri secara struktur adalah bakteri. Namun, sifatnya merangsang pembentukan antibodi, atau bersifat antigen. Hal itu yang merupakan sifat dari virus,” ungkap dr H Syafaat Mulyanto, MQIH Kepala Puskesmas Kecamatan Mundu, Kamis (11/02).

Lebih lanjut, pria berkacamata itu menjelaskan, bahwa virus dan bakteri adalah hal yang berbeda. Virus adalah patogen yang non hidup dan juga aselular.

Virus membutuhkan sel inang untuk melakukan reproduksi, namun sebagian besar dari virus tidak memberikan tujuan yang berguna. Sementara bakteri sendiri merupakan organisme berupa sel tunggal dari tumbuhan yang memiliki ukuran sangat kecil, sekitar 0,001 mm.

Bakteri dapat menghuni di beberapa bagian tubuh, antara lain yaitu di kulit, usus dan mulut. Perbedaan yang sangat mencolok, bisa dilihat dari ukuran, karena bakteri memiliki ukuran yang relatif besar, yaitu sekitar 100 kali ukuran virus. Sementara virus memiliki ukuran yang sangat kecil dibanding bakteri.

“Tidak semua bakteri dapat dibunuh atau diatasi dengan antibiotik biasa. Contohnya saja pada beberapa penyakit seperti pneumonia, diare dan meningitis. Sementara semua virus adalah berbahaya,” ungkapnya. (Riky Sonia)

BACA JUGA:   Milna Peduli Kebutuhan Gizi Balita Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed