Dapat Becak Listrik, Pengayuh Tak Lagi Bayar Sewa

Dapat Becak Listrik, Pengayuh Tak Lagi Bayar Sewa
Dapat becak listrik, pengayuh tak lagi bayar sewa. (ist)

Citrust.id – Sebanyak 300 unit becak listrik diserahkan kepada para pengayuh becak lanjut usia di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu (13/9/2026). Bantuan yang diberikan atas bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tersebut ditujukan untuk meringankan beban fisik sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan para penerima.

Penyerahan dilakukan Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) di Kantor BKPSDM. Penerima bantuan diprioritaskan bagi pengayuh becak berusia 55 tahun ke atas.

Ketua YGSN sekaligus perwakilan penyalur bantuan, Nanik S. Deyang, mengatakan program tersebut menjadi bentuk perhatian Presiden Prabowo terhadap pengayuh becak yang masih bekerja meski telah memasuki usia lanjut.

Menurut Nanik, kondisi pengayuh becak tidak hanya menghadapi keterbatasan fisik akibat usia. Mereka juga harus berhadapan dengan perubahan pilihan transportasi yang semakin beragam dan modern.

“Bantuan ini berangkat dari rasa kepedulian Bapak Presiden Prabowo Subianto terhadap para pengayuh becak yang di masa tuanya harus menguras tenaga dan bersaing ketat dengan moda transportasi modern,” ujar Nanik.

Ia menyebut banyak pengayuh becak masih menggunakan kendaraan sewaan. Sebagian pendapatan yang diperoleh setiap hari pun harus dialokasikan untuk membayar biaya sewa tersebut.

Melalui becak listrik, para penerima diharapkan dapat memiliki kendaraan sendiri sehingga tidak lagi mengeluarkan biaya sewa harian.

“Bapak Presiden ingin para abang becak memiliki aset sendiri tanpa beban sewa harian,” katanya.

Becak listrik itu juga disiapkan dengan pengoperasian yang lebih praktis bagi pengayuh lanjut usia. Pengisian daya kendaraan dapat dilakukan menggunakan listrik rumah tangga dengan daya 450 Watt.

Nanik menegaskan, becak yang diterima harus dipelihara dan dimanfaatkan oleh penerima. Ada pula perjanjian bermaterai yang wajib ditandatangani sebagai bagian dari ketentuan bantuan.

BACA JUGA:  Bupati Majalengka Lepas Ratusan Peserta Gowes Peringatan HPN

Dalam perjanjian tersebut, penerima tidak diperbolehkan menjual ataupun memindahtangankan becak listrik yang telah diberikan.

Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden Prabowo kepada masyarakat Majalengka, terutama para pengayuh becak.

“Atas nama Pemkab dan seluruh masyarakat Majalengka, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Prabowo. Majalengka menjadi daerah penerima alokasi terbanyak, yaitu 300 unit becak listrik,” kata Eman.

Ia meminta para penerima menjaga kendaraan tersebut dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Bantuan itu diharapkan dapat menjadi sarana yang membantu meningkatkan taraf hidup keluarga penerima.

“Jaga dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ini adalah amanah yang harus dipelihara dan digunakan untuk membantu meningkatkan taraf hidup,” pesannya.

Menurut Eman, penggunaan tenaga listrik juga dapat mengurangi tuntutan fisik yang selama ini harus dikeluarkan pengayuh saat mengoperasikan becak kayuh. Kondisi tersebut dinilai penting mengingat sebagian besar penerima merupakan warga lanjut usia.

Selain meringankan pekerjaan, tidak adanya kewajiban membayar sewa kendaraan setiap hari diharapkan dapat memberi ruang bagi pengayuh untuk meningkatkan pendapatan yang dapat digunakan bagi kebutuhan keluarga.

Salah seorang penerima bantuan dari Kecamatan Kadipaten, Salim, menyambut bantuan tersebut dengan rasa syukur. Ia menilai becak listrik dapat membantu dirinya yang sudah tidak lagi muda dan sekaligus menghilangkan biaya sewa kendaraan.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas perhatian langsung dari Bapak Presiden. Becak listrik ini sangat membantu tenaga kami yang sudah tidak muda lagi. Sekarang kami punya kendaraan sendiri tanpa perlu bayar uang sewa harian lagi,” ungkapnya.

Bantuan 300 unit becak listrik untuk Majalengka merupakan bagian dari program pengadaan 70.000 unit becak listrik secara nasional. Penyaluran dilakukan secara bertahap di sejumlah daerah.

BACA JUGA:  Pemkab Majalengka Perbaiki Fasilitas Belajar Lewat Bantuan Meubelair Sekolah

Program tersebut ditujukan untuk mendukung penggunaan moda transportasi tradisional yang lebih modern sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi para pekerja rentan.

Bagi para pengayuh becak di Majalengka, kendaraan yang diterima diharapkan dapat digunakan sebagai aset produktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dengan kepemilikan kendaraan sendiri, mereka tidak lagi dibebani biaya sewa harian dan dapat memanfaatkan hasil kerja untuk kebutuhan keluarga. (Abduh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *