oleh

Cyber Ethic

Oleh Dadang Kusnandar

BELUM lama saya membaca pesan di bawah ini. Menginformasikan & mengingatkan kepada semua agar tidak lupa bahwa sistem Big Data Center Cyber Security (BDCS) Mabes Polri sudah terpasang, akan menyusul rencana Wantas RI (Dewan Pertahanan Nasional) yang akan mengambil semua informasi melalui internet di Indonesia.

Artinya, segala percakapan kita di Cyber Social Media (WA, BBM, Telegram, Line, SMS, dll.) akan masuk secara otomatis ke BDCS.

Hindari mengirim berita yang bersifat sensitif (SARA) dan gambar-gambar pemimpin negara, lambang negara, serta simbol negara untuk bahan kartun, guyonan, ataupun lelucon lainnya.

Media sosial yang digilai dan digulai penggunanya dapat digunakan untuk berbagai kepentingan. Dari guyon, main-main, menyebarkan hoax, hingga serius ~semuanya tumplek blek di medsos. Alhasil medsos menjadi kebutuhan baru sekaligus kegenitan baru semua pemilik ponsel android. Diperkuat dengan keinginan tampil di dunia maya (selfie atau swafoto) mengabarkan keinginan untuk pengakuan eksistensi diri kepada orang lain, medsos merupakan gambaran realitas saat ini.

Padahal belum tentu orang lain suka atas foto diri yang kita unggah ke media sosial. Belum tentu pula foto/gambar yang disebar bakal membuat terkenal sang pengunggah.

Jika foto/ gambar saja tidak dapat dipastikan menarik simpati dan atau perhatian pihak lain, apatah lagi rangkaian kalimat. Justru kehadiran era digital membuat sejumlah orang malas membaca. Itu sebabnya medsos yang mengandalkan kekuatan gambar/ foto lebih diminati. Begitu pula komentar yang ditulis pendek-pendek pada berbagai posting menunjukkan kemalasan membaca.

Kembali ke pembahasan awal tentang pengambilalihan semua informasi melalui medsos oleh Mabes Polri. Saya kira kalau itu benar, memang itulah salah satu tugas kepolisian. Akan tetapi di era kebebasan berpendapat di muka umum (yang dilindungi UUD 1945) maka siapa pun yang menulis di media sosial terlarang untuk dipersekusi, terlebih dilaporkan ke pihak kepolisian. Lebih celaka lagi jika seluruh posting gambar/ foto/ meme, kartun dan atau kalimat diintai secara langsung dari Mabes Polri.

BACA JUGA:   Ungkap Peredaran Narkotika, Delapan Anggota Satnarkoba Sabet Penghargaan

Kalau problemnya kita diajak untuk menggunakan media sosial untuk menyampaikan informasi dalam bentuk tulisan atau gambar dengan santun dan beretika, saya sangat setuju. Dengan kata lain jangan sesekali kita menggunakan akun palsu dalam seluruh aplikasi yang disinggahi. Kesediaan kita menampilkan sosok sebenarnya merupakan kontribusi bagi sikap kejujuran berbangsa.

Jangan sampai kita berurusan dengan polisi internet (Cyber Crime Police) hanya karena ingin bercanda di media sosial. Siapa bilang kita dilarang bercanda di medsos? Bukankah bermedsos antara lain adalah untuk bercanda dengan sesama teman, terutama yang sepadan dalam hal usia dan latar belakang masa lalu.

Era medsos bukan hidup dalam bayang-bayang ketakutan dan kecurigaan. Medsos bisa mengubah dunia. Maka jangan sampai kecemasan lebih cepat diproduksi daripada kecerdasan.[]

Komentar

News Feed