oleh

Bulan Depan Jemaah Umrah Terbang dari Bandara Kertajati

Citrust.id – Direktur PT BIJB Muhamad Singgih mengatakan, percepatan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) merupakan modal besar untuk menjadikan Bandara Kertajati sebagai konektivitas udara Jawa Barat. Hadirnya Cisumdawu sangat krusial. Apalagi bandara tersebut terus melengkapi layanan penerbangan, misalnya umrah dalam waktu dekat.

“Umrah akan dimulai Oktober. Kami sudah berkoordinasi dengan travel umrah untuk bersiap. Saya optimis itu bisa segera tercapai,” tandas Singgih, Jumat (6/9).

Akselerasi Tol Cisumdawu menjadi krusial untuk memaksimalkan pengoperasian Bandara Kertajati. Aksebilitas penunjang utama bandara sangat dinanti masyarakat yang ada di selatan Jawa Barat dan Bandung Raya.

Ruas tol sepanjang 61 kilometer itu bisa memangkas jarak tempuh dari Bandung_Kertajati. Semula 2,5 jam bisa ditempuh 45 menit saja. Pembangunan VI seksi Tol Cisumdawu terus dikebut guna bisa dioperasikannya paling tidak pada 2020.

Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan Alois Wisnuhardana, melakukan kunjungan kerja ke Bandara Kertajati. Ia memantau proyek Tol Cisumdawu nersama Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo, Direktur Teknik PT CKJT Bagus Medi dan pihak terkait.

“Tol sekarang masih progres dan sedang melakukan pembebasan lahan. Opsi pertama adalah agar Cisumdawu pada tahun 2020 bisa memangkas menjadi 1,5 jam perjalanan dari Bandung,” katanya.

Asumsi 1,5 jam adalah jika 2020 pembangunan belum sepenuhnya selesai atau baru tiga seksi yang menghubungkan antara Cileunyi menuju Cimalaka Sumedang. Perjalanan bisa dilanjutkan menggunakan jalur arteri. Jika Cisumdawu selesai pada 2020, artinya Bandung menuju Kertajati hanya 45 menit.

“Itu yang kami harapkan. Kalau fungsi Tol Cisumdawu penuh sebenarnya hanya 45 menit waktu tempuh Bandung-Kertajati),” tutur Hery.

Heri tidak memandang pesimis bandara terbesar kedua setelah Soekarno-Hatta itu. Bagi dia, Kertajati tetap bisa menjadi gerbang udara utama Jawa Barat seiring berjalan waktu. Peran semua pihak diperlukan untuk bisa membangkitkan gairah penerbangan di Kertajati dengan menambahkan sejumlah fasilitas.

“Upaya meningkatkan penumpang, yakni mendukung akses dengan layanan Damri gratis satu tahun, baik kualitas maupun kuantitas,” ujar Hery.

Pihaknya berkomunikasi dengan Dirjen Perhubungan dan Damri untuk meningkatkan image baik Bandara. Travel time memang masih lebih pendek dari pada ke Soeta, tapi ternyata ada image yang dihadapi oleh customer, seolah ada beberapa tantangan. Ini yang harus kita rubah,” tambah Hery.

Dia berharap, kehadiran KSP dan Direktur Bandar Udara yang menjadi kepanjang tanganan dari presiden bisa membawa dampak, baik bagi infrastruktur konektivitas khususnya transportasi udara di Jawa Barat.

“Yang penting ada kordinasi lebih sinergis. Nanti KSP lihat untuk mendorong hal-hal yang bisa mempercepat pembangunan. Semua tantangan di Cisumdawu bisa ditingkatkan oleh pemerintah pusat,” tandasnya.

Praminto menyampaikan, koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah terus diupayakan untuk mengoptimalkan operasional dari Bandara Kertajati. Salah satu yang diharapkan dapat cepat selesai adalah pembangunan Tol Cisumdawu.

“Intinya memang upaya percepatan jalan tol. Kami lihat sejak Juli melaksanakan serangkaian penerbangan, 12 flight dan sampai hari ini masih stabil. Hari ini ada 2.800 sampai 3.200 penumpang perhari. Kami mendiskusikan percepatan dalam rangka penyelesaian akses untuk optimalisasi Bandara kertajati,” tandasnya(Abduh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed