oleh

BBWS Cimanuk-Cisanggarung Potensi Wujudkan Indramayu Menjadi Lumbung Padi Nasional

Indramayutrust.com – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, sebagai upaya pemanfaatan potensi pada sektor pertanian di kabupaten Indramayu, diharapkan agar mampu mengaliri 118 ribu hektar area pertanian di wilayah Indramayu tersebut.

Hal tersebut seperti di ungkapkan anggota komisi D DPRD Indramayu, H Abdul Rokhman fraksi PDI Perjuangan, bahwa masalah pertanian di Indramayu yang sangat krusial adalah masalah irigasi.

“Dari semua luas area pertanian yang ada, hanya beberapa persen saja yang bisa diairi langsung, selebihnya hanya mengharapkan hujan,” ungkapnya, Jumat (26/08).

Dikatakannya, jika lahan pertanian di Indramayu masih banyak membutuhkan air baku, diharapkan agar infrastruktur irigasi pertaniannya juga harus mendukung, sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Memang ini butuh keseriusan semua pihak, butuh ada sinergitas untuk menghasilkan program yang sesuai dengan kebutuhan sektor pertanian di Indramayu,” jelasnya.

Menurutnya, BBWS Cimanuk-Cisanggarung Provinsi Jabar mempunyai wewenang dalam pengelolaan sumber daya air, mulai dari perencanaan, pelaksanaan konstruksi, pemeliharaan, sampai pada pengendalian pada wilayah sungai. Sedangkan panjang sungai yang dibawah BBWS sekitar 7711 kilometer.

Senada dengan H.Rokhman disampaikan oleh Carkaya, Pengurus Dewan Pimpinan Pusat MSP (Mari Sejahterakan Petani) Indonesia, bahwa infrastruktur pertanian di wilayah III Cirebon yang ditanggungjawabi oleh BBWS Cimanuk-Cisanggarung dinilai masih belum maksimal dalam memanfaatkan potensi irigasi.

“Mestinya BBWS bisa berinovasi, apalagi waduk Jatigede saat ini sudah mulai beroperasi. Paling tidak bisa menyiapkan infrastruktur pendukungnya,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya berharap agar hal itu dilakukan secara serius oleh pihak BBWS dan tentunya bisa mengajak semua pihak untuk meminta saran dan masukan, agar setiap program yang direncanakan hasilnya sesuai dengan harapan.

“Indramayu sudah menjadi daerah prioritas lumbung padi Jawa Barat, bahkan Nasional, tentu harus di imbangi juga dengan infrastruktur irigasi pertanian yang baik agar hasil produksi padi maksimal,” pungkasnya. (Didi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed