oleh

Bappeda Kota Cirebon Klaim Reklamasi Tak Akan Ganggu Nelayan

CIREBON (CT) – Menanggapi Tudingan organisasi masyarakat sipil, yang mengatakan bahwa Megaproyek Pelabuhan Induk dengan pendekatan reklamasi akan mematikan nelayan, Kabid Fisik dan Lingkungan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cirebon, Arif Kurniawan secara tegas menyangkal hal tersebut.

“Jika berbicara karakteristik pantai utara, kita tahu, tingkat peleburanya (sedimentasi, red) sangat tinggi. Bila ingin memperkecil tingkat sedimentasi itu, ya harus ditanami mangrove. Tapi hal tersebut tidak cocok, jika kita melihat di pinggir-pinggir pantai Cirebon sendiri, biasa digunakan masyarakat untuk mencari udang rebon”, ungkapnya.

Arif menambahkan, usaha penanaman mangrove sendiri harus terkoneksi dengan sungai-sungai di wilayah tiga Cirebon, mengingat sungai-sungai tersebut, banyak membawa material yang mendukung sedimentasi.

Jadi, lanjut Arif, agak sulit jika hanya Cirebon saja yang melakukan rekayasa teknologi penaman mangrove.

“Penanaman Mangrove itu membutuhkan waktu lama dan usaha mengkoneksikan antar daerah. Sedangkan di sisi lain, pelabuhan Cirebon fungsinya tidak efesien karena kapal peti kemas tak dapat berlabuh akibat pendangkalan. Ditambah nelayan untuk mencari ikan saja, menempuh hingga 12 mil dari Daerah Lingkungan Kerja (DKP) dan Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan (DLKP), akibat sedimentasi,” terangnya.

Dengan alasan ini, Arif menegaskan bahwa reklamasi menjadi jalan utama di tengah ketidak efesienan fungsi pelabuhan akibat kedangkalan daerah perairan. Dan yang jelas, reklamasi tidak mengganggu kehidupan nelayan. (Roy)

BACA JUGA:   Terindikasi Ada Kecurangan, Warga Karanganyar Protes Hasil Pilwu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed