oleh

Akses Jalan ke Sawah Tertutup, Ratusan Petani Serbu Bappeda Majalengka

MAJALENGKA (CT) – Ratusan petani asal Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya dan Desa Majasuka, Kecamatan Palasah datangi kantor Bapeda Kabupaten Majalengka, mereka mengeluhkan tertutupnya akses jalan ke sawah mereka sepanjang 80 meter, akibat pembangunan ruas tol Cikampek-Palimanan-Ketrtajati, Senin (1/12).

Selain itu, areal sawah di bagian kanan dan kiri ruas tol juga tergenang air akibat tidak adanya saluran air, mereka meminta pihak perusahaan dan Bapeda segera membangun akses jalan ke sawah.

Menurut keterangan sejumlah petani, areal sawah yang akses jalannya tertutup tol tersebut diantaranya di Blok Tolombong Barat, Gowok Maung, Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya dan Blok Cibayawak, Desa Majasuka, Kecamatan Palasah luasnya mencapai sekitar 60 hektar.

“Dulu ada akses jalan namun itu hanya satu-satunya akses menuju ke sawah, sekarang tertutup sama sekali, kalaupun ada warga harus memutar jalanbelasan kilometer setelah itu menyusuri pematang, waktu tempuh bisa berjam-jam padahal biasanya hanya ditempuh beberapa menit karena lokasinya di seberang tol,” ungkap Darto salah seorang petani.

Disampaikan Darto dan Rastiman, sebetulnya warga pernah beberapa kali mengajukan permohonan pembangunan jalan pengganti kepada Pemerintah Desa dan Kecamatan namun hal itu tidak pernah terealisasi. Hingga petani jengkel dan mendatangi kantor Bapeda.

“Pada bulan Maret kuwu kami pernah mengajukan surat permohonan pembangunan jalan, surat dikirim kembali pada bulan Oktober, isinya sama minta dibangun jalan pengganti ke lahan pertanian dengan ketinggian jalan 2,5 m agar seimbang dengan ketingian jalan tol serta lebar 2,5 meter agar bisa dilalui traktor tangan,” ungkap Rastiman.

Yang semakin membuat panik petani adalah di bekas jalan tersebut kini ditanam tiang pancang sehingga akses jalan semakin hilang.

BACA JUGA:   Ribuan Santri Majalengka Ikuti Jalan Sehat Bersarung

“Yang aneh di empat desa lain di Kecamatan Kertajati dan Dawuan, pihak perusahaan bersedia membangun jalan pengganti sementara di kami tidak, padahal areal sawah sangat luas, desa yang tertutup aksesnya mencapai 6 desa, jumlah penggarap lahan juga lebih banyak,” kata Darto.

Kepala Bidang Sapras di Bappeda, Mamat Slamet mengaku akan mengumpulkan semua perusahaan yang mengerjakan pembangunan tol yaitu PT NRC dan PT LMS untuk mencari solusinya serta menyampaikan persoalan tersebut ke Badan Pengelola Jalan Tol.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga, Dinas Pertanian dan PSDAPE terkait terputusnya ruas jalan ini, serta perusahaan yang mengerjakan pembangunan tol untuk dicari solusinya,” kata Mamat. (CT-110)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed