Citrust.id – OJK Cirebon terus memperkuat literasi keuangan perempuan melalui edukasi kepada organisasi perempuan mitra strategis di Kota Cirebon. Kegiatan bertema “Ibu Bijak Finansial: Kelola Rizki Jadi Berkah” ini digelar di Aula Pangeran Cakrabuana, Kantor OJK Cirebon, pada Jumat, 31 Juli 2026, sebagai upaya meningkatkan kemampuan perempuan dalam mengelola keuangan keluarga sekaligus melindungi diri dari berbagai risiko dan kejahatan di sektor jasa keuangan.
Acara tersebut dihadiri Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Cirebon Noviyanti Edo, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Cirebon Ny. Hj. Dr. Walyanah Iing Daiman, Ketua Ikatan Istri Pegawai OJK Cirebon Fitri Suciyanti, Ketua Ikatan Keluarga Istri Anggota DPRD Kota Cirebon Imelda Jovanca, Ketua Muslimat NU Kota Cirebon Hj. Euis Islahiyah, M.A., Ketua Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia Cirebon, perwakilan Persatuan Istri Tentara Korem 063/Sunan Gunung Jati Kota Cirebon, perwakilan Persatuan Istri Tentara Kodim 0614/Kota Cirebon, perwakilan Jalasenastri TNI AL Kota Cirebon, perwakilan Persatuan Istri Tentara XLII Yonarhanud 14 PD III Siliwangi Kota Cirebon, perwakilan Bhayangkari Polres Cirebon Kota, serta perwakilan Fatayat NU Kota Cirebon.
OJK Cirebon memilih organisasi perempuan sebagai sasaran edukasi karena perempuan, khususnya para ibu, memiliki peran penting dalam mengelola keuangan keluarga. Mereka tidak hanya mengatur pengeluaran rumah tangga, tetapi juga merencanakan kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang serta menjadi garda terdepan dalam melindungi keluarga dari berbagai risiko keuangan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memahami dan memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan yang telah berizin dan diawasi OJK. Materi mencakup produk perbankan, industri keuangan nonbank, hingga pasar modal agar masyarakat dapat memilih layanan keuangan sesuai kebutuhan, kemampuan finansial, dan tujuan keuangan keluarga.
Selain itu, OJK Cirebon juga mengingatkan peserta terhadap berbagai ancaman keuangan yang semakin berkembang. Ancaman tersebut meliputi kejahatan keuangan digital seperti phishing, impersonasi, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Peserta juga diingatkan agar tidak mudah tergiur investasi ilegal yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, pinjaman online ilegal yang dapat menjerat keluarga dalam lingkaran utang, serta arisan bodong yang sering menyasar kalangan ibu-ibu melalui jaringan pertemanan. Bahaya judi online juga menjadi perhatian karena berdampak buruk terhadap kondisi keuangan dan keutuhan keluarga.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga.
“Dalam banyak keluarga, ibu adalah manajer keuangan yang sesungguhnya. Maka ketika seorang ibu memiliki literasi keuangan yang baik, ia tidak hanya melindungi dirinya sendiri, tetapi juga melindungi seluruh anggota keluarganya dari berbagai risiko keuangan. Dengan bekal literasi keuangan yang baik, maka keputusan-keputusan finansial yang diambil akan lebih bijak dan berdampak positif bagi kesejahteraan keluarga. Di tengah semakin beragamnya produk keuangan dan maraknya kejahatan keuangan digital, perempuan perlu menjadi pihak yang paling waspada sekaligus mampu menjadi sumber edukasi bagi anggota keluarganya. Kami hadir hari ini karena kami percaya bahwa ibu yang bijak secara finansial adalah fondasi keluarga yang tangguh dan sejahtera,” ujar Agus.
Dalam kesempatan tersebut, OJK Cirebon juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan maupun menerima tawaran investasi. Prinsip tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak mudah menjadi korban berbagai modus penipuan keuangan digital.
Ketua TP-PKK Kota Cirebon Noviyanti Edo mengapresiasi langkah OJK Cirebon yang melibatkan organisasi perempuan dalam peningkatan literasi keuangan.
“Ibu-ibu adalah penggerak keluarga. Kalau ibu-ibunya sudah paham keuangan, sudah tahu produk mana yang aman, dan sudah waspada terhadap penipuan, maka keluarganya pun akan lebih terlindungi. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat disebarkan dan diteruskan kepada keluarga, lingkungan sekitar, dan masyarakat sehingga semakin banyak perempuan yang mampu mengelola keuangan dengan bijak serta terhindar dari berbagai bentuk kejahatan keuangan,” ujar Noviyanti.
Melalui kolaborasi bersama berbagai organisasi perempuan mitra strategis di Kota Cirebon, OJK Cirebon optimistis literasi dan inklusi keuangan dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Para peserta diharapkan mampu menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing sehingga semakin banyak keluarga yang cerdas secara finansial, terlindungi dari kejahatan keuangan, dan memiliki ketahanan ekonomi yang lebih kuat. (Haris)







