oleh

17 Hektare Bekas Galian C di Beber Mulai Ditanami Palawija

Cirebontrust.com – Lahan seluas 17,5 hektare di Desa Halimpu, Kecamatan Beber, yang sempat dijadikan area galian C mulai ditanami pohon palawija berupa jagung.

Lahan ini sejak awal direncanakan menjadi lahan sawah baru, namun sempat ramai karena pelaksana pencetakan sawah baru ini yaitu CV Landetto Mahagoni, menjual material dari galian C ke lokasi lain melalui Surat Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi.

Camat Beber Rita Suzana mengatakan, penanaman palawija mulai dilakukan usai Lebaran lalu, dan ditargetkan akhir tahun ini seluruh lahan bisa dicetak menjadi sawah baru.

“Baru 2 hektare yang ditanami yaitu tanaman jagung, sisanya 15,5 hektare lagi bertahap hingga bisa diselesaikan akhir tahun ini,” kata Rita, Kamis (03/07).

Menurut Rita, Senin kemarin pihak Dinas ESDM Jawa Barat sempat datang ke lokasi galian, karena memang persoalan pencetakan sawah baru yang dijadikan galian ini sudah terdengar hingga ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Saat datang ke lokasi, ESDM Jabar menyatakan sebenarnya tidak ada masalah. Sebab, intinya lokasi tersebut bukan lokasi galian, melainkan lahan sawah baru yang akan dicetak. Sepanjang bukti pencetakan sawahnya ada, kan ini tidak menjadi masalah,” ujarnya.

Rita menambahkan, sambil proses pencetakan sawah ini berjalan, CV Landetto tetap melakukan penggalian seperti biasa. Namun, aktivitas ini, menurut Rita, tidak akan mengganggu proses pencetakan sawah tersebut.

“Pihak perusahaan pun mulai melakukan penyebaran zat yang menyuburkan tanah, sehingga nanti tanah yang telah disebar zat ini warnanya tidak akan terlalu merah seperti saat ini. Zat ini diperlukan supaya saat menanam palawija, maka tanaman tersebut tumbuh dengan subur,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Ali Effendi mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan hingga seluruh lahan benar-benar bisa ditanami palawija atau padi.

BACA JUGA:   Ketahuan Curi Motor, Warga Indramayu Babak Belur Dihajar Massa

“Kami juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengawasan, sejauh ini berdasarkan laporan yang kami terima memang baru 2 hektare yang ditanami palawija. Selanjutnya, pengawasan terus dilakukan hingga seluruh lahan bisa ditanami,” kata Ali. (Iskandar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed