oleh

12 Hari Operasi Zebra, 35 Orang Meninggal di Jawa Barat

CIREBON (CT) – Dalam Operasi Zebra Lodaya 2014 yang berlangsung sejak tanggal 26 November silam, Direktorat Lalulintas Polda Jabar mencatat adanya sekitar 108 kejadian lakalantas yang terjadi di wilayah Jawa Barat.

Hal ini disampaikan oleh Dilantas Polda Jabar Kombes Pol Djoko Rudi, saat ditemui oleh CT usai menghadiri puncak perayaan HUT Polairud yang dilaksanakan di Pelabuhan Cirebon, Senin (08/12).

“Selama pelaksanaan oprasi zebra, hingga Minggu (07/12) lakalantas yang terjadi di Jawa barat ada sekitar 108 kasus lakalantas dengan jumlah korban meninggal 35 orang, dan juga 19 orang mengalami luka berat,” ujarnya.

Dikatakan Dirlantas, jumlah penindakan yang dilakukan oleh pihaknya selama terselanggarannya operasi zebra lodaya kali ini ada sekitar 5.921 penindakan, dengan efektifitas penindakannya ada di wilayah Poltabes Bandung dan juga Polres Bogor Kabupaten.

“Untuk wilayah Cirebon Kabupaten, jumlah penindakannya masuk kedalam 5 besar penindakan se-Jawa Barat, sedangkan untuk Polres Cirebon Kota masih berada di bawah,” paparnya.

Pelaksanaan operasi zebra lodaya kali ini menurut Dirlantas, pihaknya mengklaim bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas sebanyak 23% dibandingkan tahun lalu, yakni jumlah korban meninggal pada tahun sebelumnya tercatat sebanyak 48 orang meninggal saat pelaksanaan operasi zebra lodaya, namun untuk tahun ini baru mencapai angka 35 orang meninggal.

“Selama 15 hari pelaksanan operasi zebra kali ini, lakalanntas dengan korban luka berat juga mengalami penurunan hingga 19 %, semoga saja sampai akhir pelaksanaan nanti jumlah tersebut tidak bertambah,” tambahnya.

Disinggung mengenai mengenai adanya anggota Polisi yang melanggar lalulintas, Dirlantas mengatakan, pihaknya tetap akan menindak anggota tersebut dengan cara melaporkan kepada Propam yang mempunyai kewenangan untuk menindak anggota yang nakal tersebut.

BACA JUGA:   Beredar Proposal yang Mencatut PWI Jabar

“Tidak ada anggota polisi yang tidak bisa ditindak, walaupun itu berpangkat perwira, itu hendaknya dilaporkan ke pimpinan lebih tinggi, karena polisi sebagai cerminan dari masyarkat, kapan lagi kita akan menjadi contoh masyarakat apabila polisinya saja melanggar, dan sekarang bukan jamannya polisi tidak pernah salah,” tambahnya. (CT-104)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed