oleh

“TJERIMAI” Koran Pertama di Cirebon

-Dok Arsip
WAJAH Koran”Tjerimai” tahun 1880.

Oleh: Nurdin M Noer*

SEKIRA tahun 1880, kegiatan penerbitan pers makin menaik. Kota kecil Cirebon pada tahun 1883 menyaksikan kelahiran surat kabar Tjiremai ditulis Tjerimai, Koran Cirebon pertama berbahasa Belanda itu hanya dapat mempertahankan hidupnya sampai awal abad ke-20.

Secara umum dapat dikatakan, isi surat kabar dan majalah Hindia Belanda berhaluan politik netral. Namun, sejak akhir abad ke-19 mulai kelihatan adanya mingguan yang bercorak dan berdasar suatu program politik. karangan-karangan di dalam surat kabar pun mulai bersikap kritis terhadap politik kolonial Belanda di Indonesia.

Di antara majalah yang mulai berpoltik, antara lain Bondsblad, terbit pertama kali pada tahun 1897 sebagai pembawa suara Indische Bond, yaitu perkumpulan kaum Indo-Belanda yang memperjuangkan Hindia Belanda sebagai tanah airnya dan mengusahakan perlakuan yang sama dalam bidang politik bagi mereka.

Dalam Sejarah Pers di Indonesia (Kompas,2002), perkembangan pers saat itu sejalan dengan berkembangnya ekonomi dan teknologi, yang mulai masuk ke dalam masyarakat Indonesia yang bercorak pertanian di bawah kerajaan-kerajaan, mulai bermunculan majalah-majalah bercorak teknis, yang terbit untuk kepentingan dan sumber keterangan tentang jalan trem dan kereta api, kegiatan ekspor dan impor, profesi kedokteran, olahraga dan sebagainya. Dengan demikian, semua penerbitan itu merupakan usaha-usaha awal suatu masyarakat kolonial dalam proses penyesesuaian dengan perkembangan dunia modern.

Jauh sebelum Koran “Medan Prijaji” diterbitkan, di Cirebon sendiri telah ada Koran”Tjiremai” pada tahun 1890 dalam bahasa Belanda. Koran Bahasa Belanda tersebut saat ini disimpan di Perpustakaan Nasional R.I.. di Cirebon, tercatat koran “Poesaka Tjirebon” pimpinan Darma Atmadja. ”Warta Tjirebon” dan “Soeloeh Rakjat” pimpinan Anwar Djarkasih 1932, ada juga “Soeara Poeblik” terbitan Bandung Pimpinan Soejitno lan Liem Koen Hian (Mugi Handoyo, 2014).

BACA JUGA:   Open Bidding Sudah 3 Besar, Siapa yang Bakal Dipilih Walikota?

Pada awal abad ke-19 terbit koran lainnya di Cirebon, Cheribonsche Courant. Koran inilah yang memuat berita kematian sekaligus kehidupan konglomerat Tionghoa Tan Tjin Kie saat itu (1919) secara besar-besaran lengkap dengan foto pemakamannya. Lama tiadanya penerbitan pers di kota itu, pada 9 Februari 1980 muncul angin segar pada penerbitan pers. Di Kota Cirebon terbit Koran Masuk Desa (KMD) Pikiran Rakyat Edisi Cirebon bersama 56 penerbitan 56 KMD lainnya di seluruh Tanah Air. Terakhir, pada Desember 1999, Grup Jawa Pos menerbitkan koran di Cirebon dengan nama Radar Cirebon. (NMN)***

*Penulis adalah pemerhati kebudayaan lokal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed