oleh

Terasering Panyaweuyan akan Diajukan sebagai Kawasan Pelestarian Pangan

Citrust.id – Kabupaten Majalengka memiliki potensi alam luar biasa, budaya pertanian turun temurun, dan nilai edukasi tinggi. Potensi tersebut wajib dilestarikan dan layak diajukan ke FAO sebagai kawasan pelestarian pertanian dan pangan melalui GIAS/NIAS.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D. Mardiana, saat membuka seminar pelestarian warisan pertanian dan pangan untuk ketahanan pangan di Gedung Graha Sindangkasih, Selasa (26/11).

Tarsono mengatakan, Pemkab Majalengka akan mengajukan kawasan Terasering Panyaweuyan ke FAO karena memiliki landscape yang sangat eksotis dengan bentangan pengunungan kaki Gunung Ciremai.

“Potensi lahan budi daya holtikultura dengan sistem pengelolan lahan pertanian terasering yang unik,” tuturnya.

Menurutnya, lahan pertanian di Terasering Panyaweuyan akan tetap terjaga dan tidak pernah terjadi bencana longsor walaupun dengan kemiringan pengunungan yang sangat tajam. (Abduh)

BACA JUGA:   Pengusaha Kapal Keberatan Retribusi di TPI Kejawanan, DPRD Dorong Penyelesaian

Komentar

News Feed