oleh

Stabilitas Ekonomi Nasional Terganggu Akibat Molornya Proyek Listrik 35 Ribu MW

IlUstrasi

CIREBON (CT) – Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM) Fahmi Hafel menyampaikan, bahwa kegagalan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam kurun waktu 1 tahun ini untuk memaksimalkan proyek pembangunan penyediaan pembangkit listrik 35.000 MW akan membawa situasi semakin memburuk kedepannya.

Menurutnya karena hal itu menjadi tolak ukur dan membuat keraguan bagi para investor pada proyek yang ambisius tersebut.

Pada Jumat 13 Mei, Sudirman Said mendatangi Istana untuk bertemu Presiden Joko Widodo. Dalam pertemuan itu Sudirman menjelaskan pencapaian yang meleset dari perkiraan di proyek 35.000 MW. Kemudian dari hasil pertemuan itu Sudirman mengaku diperintahkan untuk melakukan review secara menyeluruh.

Berbagai kebijakan pemerintah yang memudahkan, diminta untuk dijaga. Sudirman menjelaskan, bahwa yang paling terasa hambatannya adalah pada proses eksekusi. Walau ada ruang untuk dilakukan percepatan.

Sudirman mengungkapkan bahwa saat ini konstruksi sudah rampung 10 persen, atau sekitar 3.500 MW. Sementara itu, power purcahse agreement (PPA) sekitar 30 persen. Sedangkan sisanya, masih dalam persiapan pengadaan.

Ada unit yang ditugaskan untuk mengawal ini agar laporan rutin diberikan. Tapi, evaluasi menyeluruh akan tetap dilakukan. Evaluasi itu, Sudirman menargetkan rampung sebelum puasa 6 Juni 2016, sehingga bisa langsung dibawa ke Presiden. (Net/CT)

BACA JUGA:   Kodim 0617 Majalengka Bangun Rumah untuk Janda Tua

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed