oleh

PT. LSM Kaji Ulang Proyek Tol Cikapali Terkait Akses Menuju Lahan Pertanian

MAJALENGKA (CT) – Kontraktor PT Lintas Marya Sedaya (LMS), perusahaan yang mengerjakan pembangunan ruas jalan tol Cikampek-Palimanan-Kertajati wilayah Kabupaten Majalengka akan segera melakukan kajian teknis bagi pembangunan ruas jalan menuju lahan pertanian milik petani di Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya yang saat ini terputus akibat pembangunan jalan tol.

Keputusan tersebut mengemuka saat pertemuan antara PT LMS, serta PT NRC sebagi sub kontraktor jalan tol dan Bapeda Majalengka, Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka, Dinas Bina Marga dan Cipta Karya serta warga Bongas Kulon di Aula Kantor Kecamatan Sumberjaya yang difasilitasi Bappeda dan Muspika Kecamatan Sumberjaya, Selasa (2/12).

Perwakilan Manajemen PT LMS, Endang menyatakan kajian teknis tersebut untuk menentukan titik mana jalan warga bisa dibangun, sehingga warga bisa amand an tidak menganggu lintasan tol, baik ketika pembangunan masih berjalan ataupun setelah jalan tol beroprasi.

Hanya mernurut Endang pihak perusahaan telah menyetujui jalan harus dibangun sesuai keinginan warga dengan lebar jalan 2,4 meteran dan tinggi 4 meter agar jalan bisa dilintasi kendaraan roda empat serta ketinggian jalan tidak menganggu kendaraan yang meintas di jalan tol.

Malah PT Lintas Marya Sedaya juga akan membangun gedung sekolah SD Bongas Wetan yang sebagian tergusur oleh pembangunan tol.

Kapolsek Sumberjaya AKP Dedi Budhiana, mengatakan dengan adanya pertemuan tersebut keinginan warga telah terakomodir, tinggal menunggu realisasi dari pihak perusahaan pengerjaan tol.

“Kajian teknis harus segera dilakukan, karena pembangunan ruas jalan milik warga harus sudah selesai sebelum tol beroprasi, karena bila tidak maka pembangunan jalan akan terganggu,” ungkap Kapolsek Dedi.

Seperti diberitakan sebelumnya ratusan petani asal Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya dan Desa Majasuka, Kecamatan Palasah datangi kantor Bapeda Kabupaten Majalengka mengeluhkan tertutupnya akses jalan ke sawah mereka sepanjang 80 meteran akibat pembangunan ruas tol Cikampek-Palimanan-Ketrtajati, Senin (1/12).

BACA JUGA:   Penetapan Balon Kades Bojong Sempat Ricuh

Selain itu, areal sawah di bagian kanan dan kiri ruas tol juga tergenang air akibat tidak adanya saluran air, mereka meminta pihak perusahaan dan Bappeda segera membangun akses jalan ke sawah. (CT-110)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed