oleh

Pasien Cuci Darah ini Sangat Syukuri Kehadiran JKN-KIS

Citrust.id – Tak pernah terbayangkan dalam benak Nurhayati (53) warga Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu ketika dokter mengharuskannya untuk melakukan prosedur cuci darah. Saat itu, ketika didiagnosa menderita sakit gagal ginjal, Nurhayati dan keluarga belum terdaftar sebagai Peserta JKN-KIS. Biaya yang Nurhayati keluarkan tidaklah sedikit, untuk satu kali proses cuci darah diperlukan biaya ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

“Awal cuci darah Ibu sering bolak-balik Bandung Cirebon. Waktu itu Ibu masih belum punya Kartu JKN. Habis-habisan Ibu waktu itu jualin barang-barang,” ucap Nurhayati, Selasa (28/7).

Pada tahun 2017 anaknya saat itu mendaftarkan Nurhayati sekeluarga sebagai Peserta JKN-KIS segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Setelah menjadi Peserta JKN-KIS aktif, seluruh biaya perawatan selama ia cuci darah ditanggung sepenuhnya oleh Program JKN-KIS. Nurhayati merasa amat bersyukur karena kini ia tak khawatir lagi akan biaya pelayanan kesehatan yang harus ia keluarkan untuk setiap kali melakukan cuci darah.

“Alhamdulillah ya Allah, kalau enggak ada BPJS Kesehatan Ibu sekeluarga enggak tau mau gimana. Ibu sama bapak cuma kerja tani, penghasilannya juga enggak seberapa. Ibu bersyukur ada BPJS Kesehatan sama JKN-KIS” ungkap Nurhayati.

Dua kali dalam seminggu ia mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu untuk melakukan cuci darah. Selama menjalani cuci darah lebih tiga tahun tersebut, Nurhayati mengaku mendapat pelayanan yang sangat baik dengan dokter serta perawat yang merawatnya. Hal tersebut menjadikan ia memiliki kedekatan tersendiri dengan petugas di Rumah Sakit. Nurhayati telah menganggap dokter dan perawat di Rumah Sakit tempatnya biasa melakukan cuci darah sebagai saudaranya sendiri.

“Pelayanan di sini baik, dokter sama perawatnya juga baik udah Ibu anggap saudara sendiri. Kalau butuh apa-apa juga gampang. Ibu kadang kontrol sakit gula darah Ibu disini,” jelas Nurhayati.

BACA JUGA:   Penyalur TKI Ilegal Diringkus Polisi

Nurhayati menyampaikan ucapan terima kasih kepada Peserta JKN-KIS lainnya karena telah bersama-sama bergotong-royong membantu peserta yang membutuhkan layanan dengan cara rutin membayar iuran setiap bulannya. Ia berharap Program JKN-KIS dapat terus ada membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan. (*)

Komentar

News Feed