oleh

Para Penyebar Hoax Biasa Menggunakan Akun Anonim

Citrust.id – Setelah Polri membongkar jaringan penyebar hoax saracen pada akhir 2017 lalu, banyak warganet yang engga mengungkapkan jati dirinya di media sosial.

Hal ini dikatakan oleh Direktur Cyber Crime Mabes Polri Brigjen Pol Fadil Imran dalam diskusi “Melawan Hoax” yang digelar di Kantor DPP PDI-P. Lanjut Fadil,” dalam realitas awalnya pengguna anonim sangat sedikit, akan tetapi setelah beberapa kali kepolisian melakukan penangkapan terhadap pelaku yang menyebar berita bohong dan hoax, maka kemudian mereka yang menggunakan akun anonim semakin banyak, akun anonim makin banyak. Banyak yang anonim murni, nama dan gambarnya semua disamarkan. Yang di-posting semuanya hate speech dan hoaks”, ujarnya (09/02/2018) dilansir Kompas.

Pada kesempatan yang sama dalam diskusi itu, salah satu pengurus PDI-P, Wakil Sekjen PDI-P Eriko Sotarduga mengatakan lebih baik untuk membuat akun harus menggunakan nomor KTP atau Kartu keluarga sehingga untuk meminimalisir orang mengguakan akun anonim juga menghindarkan orang untuk mengunduh dan mengunggah hoax. /SW

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed