oleh

Majalengka Darurat Stunting

Citrust.id – Angka anak dengan stunting di Kabupaten Majalengka masih tinggi. Pada tahun 2018 ada 1985 anak dengan stunting yang tersebar di 26 kecamatan.

Pada bimbingan teknis pendidikan keluarga dalam rangka menurunkan angka stunting di aula Islamic Center Majalengka, Kamis (24/10), Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana, meminta peran penggerak PKK lebih dimaksimalkan.

“Kami berbicara visioner jauh ke depan. Artinya, kami berkomitmen Majalengka betul-betul harus bebas dari stunting,” ungkapnya.

Masalah pokok terjadinya stunting pada anak adalah karena kekurangan gizi, baik sejak dalam kandungan maupun setelah anak lahir, terutama pada 1000 hari pertama. Selain itu, masih dangkalnya pemahaman masyarakat tentang stunting dan asupan gizi bagi ibu hamil dan balita, terutama ekonomi menengah ke bawah.

“Intinya, jikabsudah bebas dari stunting, maka masyarakat Majalengka dalam kondisi sehat. Masyarakat yang sehat akan menjadikan perekonomian masyarakat menjadi makmur dan sejahtera,” jelasnya.

Untuk itu, Wabup mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk peduli terhadap stunting. Ibu-ibu pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) sebagai garda terdepan dan menyentuh lapisan masyarakat mulai dari desa. Apalagi dengan 10 program PKK yang apabila dimaksimalkan akan berbuah pada penekanan angka stunting di Majalengka.

“Harus ada gerakan menyeluruh dan komprehensif dari semua sisi. Semua harus terlibat. Paling terdepan adalah ibu-ibu PKK,” sebutnya. (Abduh)

BACA JUGA:   SD Putra Nirmala Penasaran Kinerja DPRD, Ini Kata Mereka

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed