oleh

Inilah Asal Usul dan Sejarah Nama Terasi Khas Cirebon

CIREBON (CT) – Terasi adalah bahan olahan untuk bumbu makanan yang terbuat dari rebon (udang kecil,red), juga sebagai panganan khas Cirebon. Tentu ada cerita dibalik mengapa eksistensi terasi bisa tetap terjaga hingga sekarang, dan CT berupaya untuk menilik sejarah singkat dari terasi itu sendiri, Jumat (26/12).

Menurut sejarahnya, terasi ditemukan pada abad 14, pada waktu itu, Pangeran Walangsungsang beserta istri dan adiknya, yang bernama Nyi Mas Endang Ayu dan Nyi Mas Rarasantang, berkunjung ke sebuah pedukuhan, yakni Pedukuhan Lemah Wungkuk dan menemukan sebuah rumah yang dihuni seorang tua, yang bernama Ki Gedeng Alang-alang.

Selama tinggal, Pangeran Walangsunsang atau biasa dikenal Pangeran Cakrabuana diberi jala dan perahu kecil untuk menangkap ikan dan rebon, oleh kakek tua tersebut, untuk memenuhi kebutuhan hidup selama tinggal di pedukuhan.

Singkat cerita, Raja Padjajaran yang pada waktu itu dipimpin oleh Prabu Siliwangi mendengar ada pedukuhan yang warganya berkebun dan menangkap ikan dan rebon. Karena wilayah tersebut masih dalam kekuasaannya, Sang Prabu segera mengutus seseorang untuk memintai upeti terhadap pedukuhan itu. Namun ternyata Sang Prabu sangat “terasih” atau suka terhadap hasil nelayannya. Akhirnya, Sang Prabu meminta agar setiap tahun, pedukuhan tersebut harus bayar upeti dengan sepikul bubukan rebon yang sudah halus dalam bentuk gelondongan.

Dari situlah, akhirnya nama bubukan rebon yang halus dan berbentuk gelondongan dinamai terasi sampai sekarang, yakni diambil dari kata terasih atau suka.

Menurut Ratu Raja Arimbi Nurtina, S. T. juru bicara Kesultanan Kanoman, Terasi adalah bahan olahan untuk bumbu makanan, terbuat dari udang kecil atau rebon yang ditumbuk halus dan dibentuk bulat gelondongan, nama terasi diambil dari kata terasih yang artinya suka dan terasi adalah bagian dari sejarah Cirebon, sehingga dijadikan sebagai oleh-oleh khas Cirebon.

BACA JUGA:   Dewan Minta Dishub Kota Cirebon Kaji Lalu Lintas

“Nama terasi diambil dari kata terasih atau suka, terbuat dari udang kecil yang ditumbuk halus dan dibentuk bulat, kalau orang Cirebon bilang, istilahnya glendek dan terasi adalah bagian dari sejarah Cirebon,” pungkasnya. (CT-127)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed