oleh

Hj Wahyu Tjiptaningsih: Saya Ngeri Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Masih Tinggi

Cirebontrust.com – Angka kekerasan pada perempuan dan anak di Kabupaten Cirebon dianggap masih cukup tinggi. Hal itu dibuktikan, pada tahun 2015 lalu tercatat ada 34 kasus, sementara pada tahun 2016 ini mengalami peningkatan yakni sebanyak 38 kasus.

Perempuan dan anak, masih menjadi bagian kelompok masyarakat yang rentan akan perilaku kekerasan, eksploitasi dan perilaku diskriminatif.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih merasa ngeri terhadap situasi yang masih tergolong tinggi atas kekeradan terhadap perempuan dan anak.

“Perempuan yang menjadi korban kekerasan, kadang tidak bisa melawan karena memang tidak berdaya secara ekonomi, ini ngeri,” ujarnya, Selasa (13/12) usai peringatan Hari Ibu ke 88 tahun di pendopo Bupati.

Dikatakannya, banyak faktor yang mempengaruhi tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya, diduga faktor kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan.

Sementara bagi anak, diduga perilaku orang dewasa yang menganggap anak merupakan mahluk yang lemah.

Pemerintah Kabupaten Cirebon, menurut wanita yang akrab disapa Ayu ini, sebenarnya telah mengeluarkan instruksi bupati, tentang pembentukan satuan tugas perlindungan perempuan dan anak untuk tingkat desa dan kecamatan.

“Kalau ada yang melihat perempuan atau anak yang menjadi korban kekerasan maka jangan segan melaporkannya kepada pihak desa, nanti tim P2TP2A akan langsung datang ke lokasi, kemudian diproses secara hukum,” imbuhnya. (Iskandar)

BACA JUGA:   Ini Penjelasan Anak Bupati Majalengka Terkait Berita Penembakan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed