oleh

Hidup sebatang Kara di Bantaran Sungai, Rumah Nenek Kasmi Terendam Banjir

Citrust.id – Bencana memang tak pernah mengenal siapa orang yang menjadi korbannya. Demikian pun nasib yang dialami Kasmi (85), seorang nenek renta yang telah uzur dimakan usia.

Nenek sebatangkara warga Desa Serang Wetan, Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon ini tak luput dari bencana banjir. Apalagi lokasi rumahnya berada di area bantaran sungai irigasi desa. Sehingga ketika sungai meluap, maka rumah Nenek Kasmi yang pertama kali terendam oleh banjir.

“Kalau terjadi hujan deras saya sangat ketakutan,” tutur Kasmi saat citrust.id berkunjung ke rumahnya, Kamis (22/2). Ketakutan yang wajar, karena kondisinya sudah tak mampu berjalan. Untuk bangun dan berdiri pun, nenek yang hidup tanpa sanak saudara itu, harus dipapah oleh orang lain. Tapi lantaran kesendiriannya, seringkali ia memaksa berdiri dengan cara merayap mencari pegangan kursi atau dinding bata.

“Kalau banjir itu meluap tinggi, saya tak tahu apakah saya bisa selamat tanpa pertolongan orang lain,” ucap Kasmi tak bisa menyembunyikan kesedihannya.

Meski saat ini tak terlihat air menggenangi rumah yang masih berlantai tanah itu, tapi lantai rumah yang becek dan mengeluarkan bau yang kurang sedap, tentu akan sangat berbahaya bagi kesehatan penghuninya.

Menurut Didi Wahyudi (45) tetangga Kasmi, dirinya melihat nenek Kasmi sering sakit-sakitan. Kulit tangan serta bagian tubuh lain terasa gatal-gatal, serta beberapa bagian tubuh bengkak.

“Ironisnya, pemerintah seringkali abai memerhatikan mereka,” tandas Didi Wahyudi yang juga seorang pendamping desa. /rohmat em humair

BACA JUGA:   Sri Laelasari Peduli ODGJ

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed