oleh

Film Nyi Murtasiyah, Ikhtiar Gaungkan Seni Macapat

Citrust.id – Majelis Seni dan Tradisi (MeSTi) Cirebon melaunching film Nyi Murtasiyah, Sabtu (8/1), di Gedung Ekraf Ahmad Djuhara (Gedung Negara), Kesenden, Kota Cirebon.

Film Nyi Murtasiyah diadaptasi dari karya sastra klasik Serat Macapat Cirebon. Film tersebut disutradarai Dedi Kampleng. Sebagai Pimpinan Produksi adalah Evy Wahyuningsih. Sedangkan Away Enawar bekerja di balik layar sebagai Produser.

Nyi Murtasiyah, tokoh sentral film itu, diperankan Dina Febriana Unlogic. Suami Nyi Murtasiyah, yakni Syech Arip, diperankan sangat apik oleh Edeng Syamsul Maarif. Untuk tokoh Syech Akbar diperankan Bambang Oeban.

Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati, pun terlibat dalam film Nyi Murtasiyah. Memerankan tokoh Nyi Rubiah, Eti mendapat sambutan hangat penonton.

Eti menuturkan, melalui film Nyi Murtasyiah, diharapkan generasi muda dapat mengenal dan memahami kesenian tradisional macapat.

“Mudah-mudahan, ke depan kami bisa memberikan yang lebih jauh dibandingkan film ini. Diharapkan generasi muda jadi lebih tahu tentang seni macapat,” ujar Eti, usai pemutaran film.

Para pendukung dan pemeran Film Nyi Murtasiyah berfoto bersama usai pemutaran film. (Foto: Haris/Citrust.id)

Di tempat yang sama, Sutradara Dedi Kampleng mengungkapkan, film Nyi Murtasiyah diproduksi pada masa pandemi. Proses pembuatannya berlangsung selama satu tahun.

Film itu menyiratkan kebanggaan menjadi orang Cirebon. Apalagi leluhur Cirebon meninggalkan warisan berupa kekayaan seni dan budaya.

“Harus ada rekayasa dan strategi kebudayaan, agar Cirebon mampu berdiri sejajar dengan kota-kota lain di dunia,” ucapnya.

Kampleng menambahkan, film Nyi Murtasyiah merupakan upaya membangun Kota Cirebon yang inovatif, berbasis budaya dan sejarah.

“Ini sesuai dengan visi misi Pemerintah Kota Cirebon saat ini, yakni Sehati. Salah satunya, mewujudkan Cirebon sebagai kota kreatif berbasis budaya dan sejarah,” pungkasnya. (Haris)

Komentar