oleh

Eksekusi Rumah Nyaris Ricuh, Kuasa Hukum Nilai Klienya Korban Kejahatan Perbankan

CIREBON (CT) – Penyitaan rumah oleh pihak pengadilan negeri sumber kabupaten Cirebon terhadap rumah, Leita Ristawati di Jalan Pembangunan, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon dinilai janggal oleh kuasa hukum Leita, Agus Prayoga.

Pasalnya, bagi kuasa hukum Leita, proses eksekusi yang nyaris ricuh tersebut ditenggarai sebagai tindakan melangkahi proses hukum yang sedang berjalan, Rabu (03/08).

“Atas peristiwa ini, sekarang bukan saja Bank Mega dan Herdianto yang kami hadapi. Setelah ini, kami akan segera melapor ke PPATK, Ombudsman, MA dan KY, untuk mengendus ada tidak kejahatan perbankan, ada tidak konspirasi, dan kenapa semangat mengusir ini luar biasa sekali,” sesalnya.

Terangnya, bahwa awalnya klienya ingin menjual rumahnya pada Hardianto, tapi karena Ia tidak memiliki uang yang ditawarkan (3 miliar -red) diserahkanlah ke Bank Mega. Bukanya uang tersebut cair,namun, malah kalienya digedor-gedor bank untuk membayar.

“Klien saya hanya menerima 700 juta, sementara cek pertama yang dijanjikan kosong, pembeli tidak membayar cicilan, dan ditambah pihak bank yang gedor-gedor untuk membuka lelang. Kan klien saya kuatir, kemudian dibayarlah 175 juta cicilan, berikutya gak mungkin karena orang mau jual kok malah membayar” jelasnya.

Lanjut Agus, dirinya sudah mencegal ke KP2LN dengan membuat gugatan, namun sesalnya lelang tersebut tetap berjalan. Dalam lelang tersebut, tambah Agus, pihak bank mega yang mengadakan, dan yang memenangkan juga bank mega.

“Utang 1,4 miliar, Bank Mega minta 2,4, sampai hari ini saya belum mendapat datanya rumah ini dilelang berapa. Dan untuk eksekusi ini dilakukan bank mega, termohonya itu Hardi,” katanya. (Roy)

BACA JUGA:   Tahun Ajaran Baru Dimulai, Pemkot Cirebon Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh

Komentar

News Feed