Desa EKI Majalengka Masuk Tahap Inkubasi, OJK Genjot Literasi Keuangan

  • Bagikan
Desa EKI Majalengka Masuk Tahap Inkubasi, OJK Genjot Literasi Keuangan
Desa EKI Majalengka masuk tahap inkubasi, OJK genjot literasi keuangan. (ist.)

Citrust.id.- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon memperkuat peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam mendorong pemerataan ekonomi melalui pengembangan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) di kawasan wisata Situ Cipanten, Kabupaten Majalengka.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi dan penguatan kapasitas masyarakat yang sekaligus menjadi tonggak awal tahap inkubasi Desa EKI, setelah sebelumnya melalui fase pra-inkubasi pada 2025.

Pada tahap ini, OJK bersama para pemangku kepentingan mendorong peningkatan literasi keuangan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan formal.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, penguatan Desa EKI di Desa Gunung Kuning merupakan kelanjutan dari inisiasi OJK dalam membangun ekosistem keuangan inklusif di kawasan wisata Situ Cipanten.

“Penguatan ini merupakan bagian dari komitmen OJK untuk memastikan bahwa program Desa EKI tidak berhenti pada tahap pencanangan, tetapi terus berlanjut hingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami ingin masyarakat tidak hanya memahami keuangan, tetapi juga memiliki akses yang memadai untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Agus.

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Majalengka Eman Suherman, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Majalengka Rachmat Kartono, serta sejumlah pemangku kepentingan daerah.

Sejumlah lembaga keuangan dan BUMN juga terlibat, antara lain Bank bjb, PT Perumda BPR Majalengka, dan Rumah BUMN PLN Cirebon, yang berkolaborasi dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta akses keuangan masyarakat.

OJK menilai kawasan wisata Situ Cipanten memiliki potensi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata. Aktivitas ekonomi yang berkembang di kawasan tersebut, mulai dari pelaku UMKM hingga sektor pendukung wisata, dinilai membutuhkan dukungan literasi dan akses keuangan yang memadai.

BACA JUGA:  Hujan Deras, Longsor Kembali Tutup Akses Jalan di Majalengka

Bupati Majalengka Eman Suherman mengapresiasi inisiatif OJK dalam memperkuat Desa EKI di wilayahnya. Ia menilai program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Pemerintah Kabupaten Majalengka sangat mendukung program OJK dalam penguatan literasi dan inklusi keuangan melalui Desa EKI. Program ini sejalan dengan upaya kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal seperti kawasan wisata Situ Cipanten,” kata Eman.

Ia menambahkan, sinergi antara OJK, pemerintah daerah melalui TPAKD, serta industri jasa keuangan menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Senada, Kepala Dinas Pariwisata Majalengka Rachmat Kartono menilai penguatan Desa EKI merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

“Penguatan literasi dan akses keuangan bagi pelaku usaha wisata sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya saing destinasi. Dengan dukungan OJK melalui program Desa EKI, kami optimistis Situ Cipanten dapat berkembang tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Melalui program Desa EKI, OJK menerapkan pendekatan terintegrasi yang mencakup edukasi literasi keuangan, peningkatan pemahaman terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang legal dan diawasi, serta fasilitasi akses pembiayaan bagi pelaku usaha dan masyarakat produktif.

Kolaborasi dengan Bank bjb dan PT Perumda BPR Majalengka berperan dalam memperluas akses keuangan, terutama melalui penyediaan produk tabungan dan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sementara itu, Rumah BUMN PLN Cirebon memberikan pendampingan dalam pengembangan kapasitas UMKM.

Program ini juga merupakan bagian dari implementasi TPAKD Kabupaten Majalengka Tahun 2026 yang bertujuan memperluas akses keuangan dan mendorong pemerataan ekonomi di tingkat daerah.

BACA JUGA:  Kurang dari 24 Jam Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Diamankan

Dengan pendekatan berbasis potensi lokal dan sinergi lintas sektor, penguatan Desa EKI di Situ Cipanten diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi desa secara berkelanjutan.

Ke depan, inisiatif ini berpotensi diusulkan dalam ajang TPAKD Award sebagai model pengembangan Desa EKI berbasis wisata. OJK menegaskan komitmennya untuk terus hadir melalui program yang mendorong peningkatan literasi dan akses keuangan secara nyata, sehingga masyarakat semakin mudah mengakses layanan keuangan, mengembangkan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan. (Haris)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *