oleh

Densus 88 Antiteror Tangkap 2 Teroris di Maoutong dan Poso

JAKARTA (CT) – Setelah satu tahun menjadi buronan polisi. Akhirnya Tim Densus 88 Antiteror akhirnya berhasil menangkap AW alias Yono Adem alias Yono Adim, 28, salah satu anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) didikan buronan teroris Santoso.

Menurut Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto, Yono ditangkap di tempat persembunyianya ditangkap di Kalimantan dan Jalan Pulau Seram, Kecamatan Poso, Sulawesi Tengah, pada Rabu lalu (10/12) sekitar pukul 06.19 WITA. Selama ini Yono dikenal sebagai bendahara kelompok Santoso. Yono juga merupakan pengumpul anggaran untuk oprasional kelompok mereka.

Selain itu, Yono diduga mengetahui pelaku pengebom di Mapolres Poso yang terjadi pada 3 Juni 2013 silam. Bahkan perakitan bom tersebut dilakukan di rumah Yono. Sehingga polisi memasukan Yono ke daftar pencarian orang terkait kasus tersebut.

”Dia (Yono,red) diduga ikut meracik bom yang diledakan di Mapolres Poso,” kata Agus kepada CT di Jakarta, Senin (15/12).

Agus melanjutkan, selain menangkap Yono, keesokan harinya tepatnya pada Kamis (11/12) sekitar Pukul 06.20 WITA di Jalan Trans Sulawesi Tinombo, Kabupaten Parigi Maoutong. Polisi juga menangkap FM alis Farid Tinombo. Dia ditangkap karena diduga ikut dalam pelatihan militer yang diselenggarakan Mujahid Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso.

Farid berperan sebagai penerima hasil curanmor dari Fai yang kemudian digunakan untuk oprasional kelompok Santoso untuk mengebom Mapolres Poso. Selain itu, Farid Juga ikut meracik bom cair bersama dengan tiga temannya. Yakni, Yono Adim, Ato dan Kholid.

“Kedua orang yang telah kami tangkap, Masih kami periksa,” ungkapnya. (CT-117)

BACA JUGA:   Kenaikan Harga Jagung Tak Diimbangi Jumlah Produksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed