Dari Pokemon Go hingga Hukum Bank Otak Jadi Bahasan Bahtsul Masail PBNU

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Rapat pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat, dibuka Mensos Khofifah Indar Parawansa kemarin akan membahas berbagai persoalan aktual. Salah satu persoalan yang akan dibahas adalah mengenai fenomena permainan online Pokemon Go.

Rapat pleno PBNU juga akan membahas persoalan pengampunan pajak, vaksin palsu, dan hukum bank otak. Meski demikian, persoalan ekonomi menjadi isu utama yang dibahas di dalam rapat pleno ini, bahkan dijadikan tema.

Pembahasan berbagai persoalan aktual dalam forum bahtsul masail untuk pertama kalinya dibahas di dalam forum rapat pleno PBNU. Sebelumnya forum bahtsul masail hanya diadakan di muktamar dan munas/konbes NU.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa Muktamar Ke-33 NU di Jombang tahun 2015 mengamanatkan kepada PBNU untuk menyusun platform ekonomi keumatan sesuai dengan khittah konstitusi dan khittah NU sebagai organisasi diniyyah ijtimaiyyah.

Berdasarkan draf materi pleno, PBNU tertarik membahas persoalan game Pokemon Go karena membuat heboh masyarakat, bahkan pemerintah melalui Menteri PAN-RB Yuddy Chrisandi dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnvian merasa perlu menyikapi permainan yang menggabungkan dunia online yang ada di kamera telepon pintar dengan dunia offline di sekitar para pemain.

Di dalam draf materi disebutkan bahwa ada kekhawatiran game tersebut membuat masyarakat penggunanya tidak produktif, bisa membahayakan, dan belum terbukti aman dari persoalan cyber security. (Net/CT)

BACA JUGA:  Rumah Program Rutilahu Terancam Ambruk Akibat Pergerakan Tanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *