oleh

Alasan Dirut RSD Gunung Jati Terkait Alat PCR yang Belum Beroperasi

Citrust.id – Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon akhirnya memiliki alat pemeriksaan swab atau Polymerase Chain Reaction (PCR). Alat tersebut, dipesan sejak pertengahan April dan baru datang awal Mei dan lengkap pada H-2 Idulfitri.

Direktur Utama RSD Gunung Jati Cirebon, dr Ismail Jamaludin SpOT mengatakan, dalam operasional alat PCR perlu adanya visitasi atau mendaftarkan diri kepada kepada Labkesda Jabar, kemudian diteruskan ke pusat.

“Kita sudah kirimkan permohonan sudah lama. Namun belum ada balasan. Mungkin karena PSBB sehingga memakan waktu. Kita juga memahami kondisi saat ini,” ujarnya usai rapat dengan Pansus Covid-19 DPRD Kota Cirebon, Rabu (27/5) siang.

Ismail juga mengatakan, semua sudah lengkap. Tidak hanya alatnya melainkan SDM pun sudah siap. Sehingga tinggal visitasi, kemudian bisa digelar

“Semua sudah siap. Namun, keberadaan alat ini perlu ada visitasi dari Labkesda Jabar. Saya belum tahu, ada sanksi atau tidak jika alat ini beroperasi tanpa visitasi. Karena dalam aturan hanya tertera harus mendaftar,” kata dia.

Perihal teknis, kata Ismail, PCR yang dimiliki RSD Gunung Jati ini bisa melakukan uji tes hingga 96 sampel. “Sedangkan dalam sehari, hanya bisa dua shif atau dua kali 96 pengambilan sampel. Hasilnya bisa tiga jam setelahnya,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Ismail, RSD Gunung Jati Cirebon sudah membeli 3.000 MVT atau pengambilan sampel. Jumlah “Sesuai arahan walikota. Mudahan bisa running. Meski skrg sebenarnya sudah dilakukan kepada tenaga kesehatan,” ujarnya. (Aming)

BACA JUGA:   Wagub Minta Jurnalis Sajikan Informasi Edukatif

Komentar

News Feed