Citrust.id – Kota Cirebon menjadi titik berkumpul komunitas Indonesia Kijang Club (IKC) dari berbagai wilayah Indonesia dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) XVII, Sabtu (7/11/2026). Kegiatan yang dipercayakan kepada IKC Chapter Cirebon sebagai tuan rumah ini diikuti lebih dari 150 unit Toyota Kijang dan diperkirakan masih akan bertambah hingga mencapai 200 unit.
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran anggota berbagai chapter yang datang dari luar Pulau Jawa maupun sejumlah daerah di Pulau Jawa. Batam dan Bali menjadi dua daerah dengan jarak kedatangan terjauh, disusul perwakilan dari Makassar, Pekanbaru, Palembang, Medan, Surabaya, Banyuwangi, hingga Gunungkidul.
Ketua Pelaksana Rapimnas XVII IKC, Syarif Abdillah, mengatakan pertemuan dua tahunan tersebut menjadi agenda penting bagi pengurus chapter untuk membahas sejumlah hal terkait organisasi sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Gathering Nasional (Gatnas) tahun berikutnya.
Menurutnya, Rapimnas diikuti ketua dan wakil ketua dari masing-masing chapter Indonesia Kijang Club. Salah satu agenda utamanya adalah menentukan daerah yang akan menjadi penyelenggara Gatnas. Adapun pemilihan ketua umum IKC dilakukan saat Gatnas, bukan dalam Rapimnas.
Pembahasan organisasi dalam Rapimnas juga mencakup Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), laporan penggunaan dana dan keuangan, serta evaluasi kegiatan sebelumnya. Evaluasi tersebut meliputi penyelenggaraan Rapimnas maupun Gatnas terdahulu, termasuk masukan dari chapter di berbagai daerah.
“Tema yang diusung dalam pertemuan tahun ini adalah “Wong IKC Aja Ilang Vivae”. Istilah Viva merupakan salah satu yel-yel khas kami yang mengandung semangat untuk menjaga rasa memiliki dan kebersamaan seluruh anggota Indonesia Kijang Club,” ujar Syarif.
Di luar agenda organisasi, tuan rumah juga menyiapkan sejumlah kegiatan untuk menyambut kedatangan peserta. Rangkaian acara dimulai sejak Sabtu siang dengan kedatangan rombongan, dilanjutkan kegiatan car meet up dan test drive Toyota Veloz Hybrid.
Pada malam hari, agenda dibagi menjadi dua kegiatan. Para ketua dan wakil ketua chapter mengikuti rapat organisasi yang berlangsung sekitar empat hingga lima jam, bahkan hingga tengah malam. Sementara itu, para pendamping mengikuti kegiatan hiburan yang disertai pembagian doorprize.
Sejumlah penghargaan dalam bentuk doorprize disiapkan untuk peserta, di antaranya bagi chapter dengan jarak kedatangan terjauh serta chapter yang membawa anggota terbanyak.
Syarif menyebut penyelenggaraan di Cirebon juga menjadi kesempatan memperkenalkan budaya dan potensi otomotif daerah kepada anggota IKC dari berbagai penjuru Nusantara. Pihaknya berupaya memberikan pelayanan terbaik agar para tamu merasa nyaman selama berada di Kota Cirebon.
Keanggotaan Indonesia Kijang Club sendiri tidak dibatasi berdasarkan tahun produksi kendaraan. Berbagai generasi Toyota Kijang, mulai dari seri 70 hingga Kijang Kapsul, dapat bergabung dalam komunitas tersebut.
Dalam pertemuan di Cirebon, sejumlah kendaraan produksi lama turut hadir. Di antaranya Toyota Kijang keluaran 1981 dan 1988 yang dibawa peserta dari Ciamis. Kendaraan dengan kondisi orisinal maupun yang telah dimodifikasi juga terlihat dalam kegiatan tersebut.
Pendiri IKC Chapter Cirebon, Andi Aprilia, mengatakan penunjukan Cirebon sebagai tuan rumah Rapimnas merupakan hasil kesanggupan yang disampaikan dalam Gatnas sebelumnya di Pangandaran.
Menurut Andi, kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab bagi IKC Chapter Cirebon untuk memberikan pelayanan terbaik kepada perwakilan komunitas dari seluruh Indonesia.
“Secara ketentuan Rapimnas sebenarnya hanya membutuhkan perwakilan satu hingga dua orang dari setiap chapter. Namun, animo anggota yang tertarik datang ke Cirebon sangat besar,” ujar Andi.
IKC Chapter Cirebon berharap, seluruh rangkaian Rapimnas berjalan lancar dan anggota IKC yang datang dari berbagai daerah memperoleh pengalaman menyenangkan selama berada di Cirebon. Pertemuan tersebut diharapkan semakin mempererat silaturahmi antarchapter sekaligus memperkenalkan Cirebon sebagai bagian dari komunitas otomotif nasional. (Haris)







