Sebanyak 25 Rumah Terdampak Bencana Tanah Bergerak di Sukadana

  • Bagikan
Sebanyak 25 Rumah Terdampak Bencana Tanah Bergerak di Sukadana
Sebanyak 25 Rlrumah terdampak bencana tanah bergerak di Sukadana. (Ist.)

Citrust.id – Bupati Majalengka Eman Suherman meninjau langsung lokasi bencana tanah bergerak di Blok Godabaya, Desa Sukadana, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Bencana yang dipicu curah hujan tinggi ini menyebabkan 35 kepala keluarga (KK) mengungsi dan puluhan rumah terdampak.

Curah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat kadar air di dalam tanah meningkat drastis. Kondisi tersebut menyebabkan tanah menjadi labil, terlebih lokasi kejadian berada di zona merah dengan tingkat kerentanan pergerakan tanah sangat tinggi.

Gerakan tanah tercatat mencapai kurang lebih 339 meter dari bagian puncak perbukitan. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (11/2/2026) itu mengakibatkan 25 rumah terdampak langsung, 35 KK terpaksa mengungsi, serta 128 jiwa lainnya terancam karena kondisi tanah yang masih labil dan berbukit.

Dalam kunjungannya pada Senin (16/2/2026), Eman memastikan Pemerintah Kabupaten Majalengka bergerak cepat menangani dampak bencana tersebut. Ia menyebut, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah dilakukan guna membahas kemungkinan relokasi warga terdampak.

“Apabila masyarakat siap untuk direlokasi, kami akan mengusulkan ke pemerintah provinsi. Namun di sisi lain, Pemkab juga menyiapkan lahan relokasi di daerah yang lebih aman dan tidak jauh dari lokasi saat ini, agar warga tetap bisa beraktivitas seperti biasa,” ujar Eman.

Selama proses penanganan berlangsung, Pemkab Majalengka telah menyiapkan tenda pengungsian sementara bagi warga terdampak. Selain itu, dapur umum didirikan melalui Dinas Sosial guna memastikan kebutuhan logistik para pengungsi terpenuhi.

Eman juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan untuk meminimalkan risiko bencana serupa di masa mendatang.
“Kita harus bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan. Jangan sampai terjadi kerusakan alam yang justru memperparah potensi bencana,” tegasnya.

BACA JUGA:  Puluhan Tenaga Medis RSUD Cideres Dinyatakan Negatif Hasil Rapid Test

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Majalengka, Apip Supriyanto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan satu tenda pengungsian dan dapur umum di Desa Sukadana, Kecamatan Malausma.

Selain itu, Dinas Sosial juga menyediakan tenda pengungsian di halaman Kecamatan Argapura terkait bencana longsor di Blok Calingcing, Desa Sukasarikidul, Kecamatan Argapura.

Pemkab Majalengka mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi, mengingat sejumlah wilayah di Kabupaten Majalengka masuk kategori rawan pergerakan tanah. (Abduh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *