Cirebotrust.com – Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA Arief Natadiningrat, mengungkapkan, Cirebon memiliki potensi dan kekayaan yang sangat luar biasa, misal dari sisi kuliner, kesenian, maupun cagar budaya.
Dirinya optimis, Kota Cirebon di masa yang akan datang akan menjadi destinasi wisata utama yang tidak kalah penting dibanding daerah lain, seperti Yogyakarta dan Bali.
Cirebon juga memiliki infrasuktur yang mendukung destinasi wisata, misal akses jalan. Akses jalan negara, jalan provinsi, dan jalan tol di wilayah Trans-Jawa semuanya melewati Cirebon.
Selain itu, jalan kereta jalur Utara dan Selatan saling bertemu di Cirebon. Tidak kurang dari 180 kereta api per-hari berhenti di Cirebon. Hal itu didukung pula dengan ketersediaan jumlah kamar hotel yang meningkat.
Peningkatannya hampir seratus persen pertahun selama tiga tahun terakhir. Hal itu selaras dengan jumlah pembangunan hotel yang terus mengalami peningkatan.
Sultan Sepuh menjelaskan, pemerintah daerah di wilayah Ciayumajakuning hendaknya melihat berbagai potensi yang ada. Pariwisata harus jadi core bisnis pemerintah daerah.
Saat ini, pariwisata belum dijadikan core bisnis pemerintah daerah. Seolah-olah pariwisata dianggap sepele. Padahal, dengan meningkatnya pariwisata, maka pendapatan daerah juga ikut meningkat.
Pemasukan dari pajak hotel, pajak restoran, dan retribusi akan meningkatkan jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Seperti PAD Kota Cirebon dari sektor pariwisata yang mengalami peningkatan yang signifikan.
“Dalam beberapa tahun terakhir, PAD sektor pariwisata Kota Cirebon melonjak sebesar 200 hingga 300 persen,” ujarnya, Selasa (21/03).
Ia menambahkan, harus ada promosi bersama terkait pariwisata yang dilakukan pemerintah daerah di wilayah Ciayumajakuning.
Selain itu ditunjang program-program untuk menjaga kualitas objek wisata dan memenuhi unsur Sapta Pesona Pariwisata yang meliputi tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan. (Haris)