oleh

Wawali Cirebon Minta Maaf atas Ketidaknyamanan Selama PPKM Darurat

Citrust.id – Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati meminta maaf kepada masyarakat umum terkait ketidaknyamanan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Sejumlah akses masuk ke Kota Cirebon dilakukan penyekatan oleh petugas gabungan TNI-Polri dan Pemkot Cirebon.

“Saya lihat titik yang paling berat ada dua, salah satunya jalur Cirebon-Indramayu. Memang tidak nyaman, sehingga kami minta maaf,” ujarnya saat peninjauan lapangan pos penyekatan, Kamis (15/7) siang.

Dalam penyekatan di sejumlah titik, kata Eti, masyarakat yang masuk ke Kota Cirebon harus dilengkapi dengan berkas bukti vaksin, serta pemeriksaan medis seperti swab PCR atau antigen.

“Persiapkan berkasnya saat hendak masuk. Semoga ketidaknyamanan ini segera selesai seiring dengan turunnya kasus penularan Covid-19 di Kota Cirebon,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Cirebon Kota, AKP La Ode Habibi Ade Jama mengatakan, beberapa titik perbatasan dipasang plang larangan masuk Kota Cirebon selama PPKM Darurat.

“Kendaraan yang masuk ada pengalihan. Misal dari kuningan, kendaraan besar akan diarahkan ke arah Katiayasa menuju Jateng, sedangkan kendaraan kecil diputar balik ke arah Kuningan,” ujarnya.

Selain itu, perihal waktu penyekatan, La Ode menjelaskan bahwa ada sistem buka tutup di semua pos perbatasan.

“Maghrib pasti kita buka, namun untuk pagi sampai sore kita bisa lakukan buka tutup dalam kondisi tertentu,” ungkapnya.

La Ode juga menuturkan, bahwa beberapa jalan di tikus juga dilakukan penutupan jalan. Hal ini untuk mengurangi mobilitas, terlebih PJU mati sehingga kerumunan berkurang. (Aming)

Komentar

News Feed