oleh

Wagub Minta Jurnalis Sajikan Informasi Edukatif

Citrust.id – Peran dan fungsi media massa mainstream, seperti cetak, elektronik, online dan radio sangat luar biasa. Selain mampu memberikan informasi dengan jangkuan yang sangat luas dan jumlah yang banyak, media pun mampu membangun dan menggiring opini publik.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, saat berkunjung ke sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka, Minggu (5/7).

Dikatakan Kang Uu, nama sapaanya, wartawan itu ratu dunia. Pengakuan itu seperti terungkap dalam lagu kasidah. Insan pers mampu mengarahkan dan memberikan informasi kepada masyarakat, baik positif maupun negatif. Di antaranya harus mampu memberikan edukasi terhadap para netizen dalam menggunakan media sosial (medsos).

“Kalau dalam lirik lagu, wartawan bisa memuji atau mencaci. Jadi, aktivitas dunia ini salah satunya tergantung informasi yang diberikan pers kepada khalayak,” ujarnya.

Dirinya meminta para jurnalis untuk memberikan informasi yang edukatif, hiburan, persatuan dan kesatuan. Bukan berita bohong (hoaks). Penyajian berita tanpa data dan fakta berdampak luar biasa terhadap tatanan kehidupan bermasyarakat.

“Kami tidak alergi kritik. Itu sudah menjadi fungsi media sebagai kontrol sosial. Namun, kalau ada kekurangan atau kritik terhadap pemerintah, bisa disampaikan dengan cara baik sesuai peraturan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ketua PWI Kabupaten Majalengka, Jejep Falahul Alam, mengatakan, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, wartawan harus selalu berpegang teguh pada kode etik jurnalistik, peraturan Dewan Pers dan UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Untuk mengingat tugas tersebut, kami membuat baliho besar di sekre PWI terkait 11 poin kode etik jurnalistik. Ini untuk menghindari praktik berita bohong dan mengadu domba. Spelain itu, pentingnya hak jawab dan koreksi, cover both side, dan lain-lain,” katanya. (Abduh)

BACA JUGA:   Perlombaan HUT ke-75 RI Hendaknya Tak Undang Kerumunan Massa

Komentar

News Feed