Citrust.id – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka menggelar kegiatan Gelang Ajar bagi pembina Pramuka di Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Sumberjaya, yang berlangsung di SDN Bongas Wetan 3, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pembina setelah mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD).
Sebanyak 52 peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) Majalengka Syarif Muchoyidin serta Ketua Harian Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Majalengka yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Rd. Umar Ma’ruf.
Pimpinan Kursus KMD di Kwarran Sumberjaya, H. Tapip Kartiwa Ganeviano, menjelaskan bahwa Gelang Ajar merupakan tindak lanjut dari KMD yang berfokus pada penguatan keterampilan praktis para pembina di gugus depan. Ia juga memaparkan gambaran umum pelaksanaan kegiatan beserta jumlah peserta yang terlibat.
Ketua Kwarran Sumberjaya, Bona, menegaskan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas pembina Pramuka.
“Kwarran Sumberjaya akan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi para pembina agar semakin profesional dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusdiklatcab Majalengka, Syarif Muchoyidin, dalam arahannya mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai sarana pengembangan diri. Ia menekankan pentingnya semangat dalam membina generasi muda melalui kepramukaan.
Dukungan juga disampaikan oleh Ketua Harian Mabicab Majalengka, H. Rd. Umar Ma’ruf. Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan akan terus mendorong program kepramukaan sebagai bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda.
“Kami akan terus mendukung program kepramukaan sebagai langkah mewujudkan Majalengka sebagai kabupaten Pramuka,” katanya.
Kegiatan berlangsung dengan rangkaian materi yang komprehensif, mulai dari dinamika kelompok, upacara pembukaan, permainan edukatif, semboyan dan isyarat, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), pionering, hingga navigasi darat.
Melalui kegiatan ini, para pembina diharapkan mampu menguasai keterampilan kepramukaan secara lebih mendalam dan menerapkannya secara optimal dalam proses pembinaan peserta didik di gugus depan masing-masing. Peningkatan kualitas pembina diyakini akan berdampak langsung pada pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berdaya saing. (Abduh)













