oleh

Sidang Gugat Cerai di PA Sumber, Tergugat Hadirkan Tiga Saksi

Citrust id – Pihak tergugat, IE, mengadirkan tiga saksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Agama Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (2/12).

Sebagai pihak penggugat, yakni Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon, Fifi Sofiah. Ia tidak hadir di persidangan. Fifi Sofiah diwakili pengacaranya.

Agenda persidangan hari ini mendengarkan keterangan saksi dari pihak tergugat IE. Saksi yang dihadirkan termasuk mantan pekerja di rumah Fifi Sofiah.

Salah satu saksi, IL, mengatakan, saat di persidangan, pihaknya dituduh sebagai wanita idaman lain dan Fifi sebagai istri sah. Meski demikian, hal itu sudah dibuktikan ke majelis hakim, kalau pihaknya-lah yang merupakan istri sah dan didukung dokumen buku nikah yang sah.

“Saya dituduh pelakor. Ini lucu, tetapi sudah saya buktikan dengan dokumen lengkap. Yang pelakor itu Ketua KPAID Kabupaten Cirebon, Fifi Sofiah,” ujarnya.

Selain itu, IL juga sempat mempertanyakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik Fifi Sofiah. Nama KTP Fifi Sofiah selalu berubah-ubah. Kuasa hukumnya beralasan sudah memberikan foto copy KTP tersebut. Atas perintah majelis hakim, kuasa hukum harus membawa KTP asli Fifi di sidang lanjutan.

“Di KTP-nya tertera nama Fifi Sofiah. Ada lagi KTP yang tertera nama Fifi Sofiah Effendi. Ini yang benar yang mana? Nama di KTP tersebut tercantum juga di buku nikah dan ada perbedaan. Nah, majelis hakim meminta KTP asli Fifi dibawa dan ditunjukkan saat sidang lanjutan nanti,” kata IL, Rabu (2/12)

Menurut IL, seharusnya pengacara bisa memberikan dokumen identitas yang valid dan sesuai di semua dokumen negara, tidak ada perbedaan. Identitas saja berbeda-beda, maka diduga ada rekayasa dalam pembuatannya.

“Aneh juga, kok bisa dokumen negara seperti KTP selalu berubah-ubah. Ini harus ditelusuri agar terbuka, siapa sebenarnya Fifi Sofiah,” ucapnya.

BACA JUGA:   Di Hadapan Majelis Hakim, Rakim Akui Bukan Orang Tua IE

Pada saat bersamaan, Kuasa hukum IE, Razman Arif Nasution, mengatakan, saat persidangan, majelis hakim mengetahui kalau pihaknya juga menjadi kuasa hukum ibu IL bukan IE, dalam gugatan PTUN Bandung.

“Menurut kami, hakim tahu bahwa ada masalah. Hakim juga tahu, saya pun sudah datang ke Polda Jawa Tengah dan Polda Jabar bahwa ada masalah dengan buku nikah,” katanya.

Selain itu, lanjut Razman, dari keterangan saksi, diduga Fifi melakukan perselingkuhan, dengan memasukkan laki-laki lain ke dalam rumah serta kamarnya. Maka, dugaan IE cemburu, yang menjadi alasan awal persoalan, terbantahkan.

“Dari keterangan saksi, ada dugaan Fifi melakukan perselingkuhan. Saksi melihat Fifi memasukkan laki-laki lain ke rumah serta ke dalam kamar pribadinya. Ini mematahkan dugaan awal, bahwa klien kami IE pencemburu yang menjadi awal persoalan cekcok dalam rumah tangga,” jelasnya.

Razman melanjutkan, kuasa hukum Fifi Sofiah menyatakan, kalau buku nikah bukan duplikat. Sementara, setahu dia, buku nikah itu duplikat yang sedang dalam proses hukum di Polda Jateng.

“Tadi di persidangan, pihak penggugat Fifi Sofia melalui kuasa hukumnya mengatakan, buku nikah bukan duplikat. Menurut mereka, buku aslinya dibawa oleh Pak IE dan memang benar dibawa oleh Pak IE. Setelah itu, ada pengajuan kepada KUA Mundu, bahwa Pak IE mengajukan untuk diterbitkan buku nikah, dalam hal ini adalah buku nikah duplikat. Pertanyaannya, kok tadi di majelis hakim laporan lampirannya lain? Ini ada apa,” tuturnya

Menurut Razman, pihak penggugat memutarbalikan fakta dengan mengatakan, pernikahan siri Fifi dan IE diketahui istri sah IE. Mereka juga saling komunikasi melalui handphone. Selain itu, pihak penggugat juga mengklaim memiliki rekaman percakapan tersebut.

BACA JUGA:   Di Hadapan Majelis Hakim, Rakim Akui Bukan Orang Tua IE

“Mereka bilang, kalau IL mengetahui pernikahan siri tersebut, berkomunikasi dengan Fifi melalui handphone serta ada bukti rekamanannya. Saya minta pada sidang selanjutnya, mereka buktikan rekaman itu ke majelis hakim. Kalau tidak ada, bisa kami gugat secara hukum,” lanjutnya.

Sementara itu, saat hendak diwawancara usai persidangan, kuasa hukum Fifi Sofiah enggan memberikan pernyataan. (Haris)

Komentar

News Feed