oleh

Ribuan Pegawai dan Ulama serta Santri Mengikuti Pawai Hari Santri, Sejumlah Ruas Jalan Macet

Majalengkatrust.com – Peringatan upacara Hari Santri di Alun-alun Kabupaten Majalengka, membuat sejumlah ruas jalan di kota Majalengka sempat macet, karena antusias dan tumpah ruahnya warga yang mengikuti pawai dan upacara Hari Santri.

“Sempat macet di sejumlah ruas jalan hampir satu jam, kami terjebak di Jalan Ahmad Kusumah menuju alun-alun Majalengka tapi kami tetap semangat mengikuti upacara hari santri,” kata Atep salah seorang santri dari Kecamatan Malausma.

Atep yang juga mengaku Pamong Desa di Desa Werasari ini mengaku mendapat surat instruksi tertulis dari Bupati Majalengka untuk memgikuti Upacara Hari Santri.

“Setahu saya semua desa dari 26 kecamatan kurang lebih 337 desa kelurahan mendapat instruksi serupa jadi wajarlah macet begini, juga tidak lama dan kami tetap antusias, dari desa saya saja tidak kurang tiga mobil, coba kalikan saja 300an desa lebih,” ungkap Atep.

Sementara itu Bupati Majalengka H. Sutrisno mengatakan, Hari ini adalah tahun ke 3 negara kita memperingati hari santri Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Oktober 2017.

Peringatan hari santri, tertuang dalam peraturan presiden ini adalah bukti perhatian pemerintah kepada para santri dan ulama yang ikut berperan memperkokoh persatuan Indonesia.

“Resolusi jihad sebagai ikrar wujud sebagai kemerdekaan Indonesia, dimana saat itu kemerdekaan Indonesia dirongrong, dalam revolusi jihad. Para Santri ikut serta dalam perjuangan kisah di balik 10 Nov 1945 dipacu oleh perlawanan resolusi jigad,” kata bupati.

Dimana, katanya santri ikut terlibat di dalamnya, pada hari santri nasional, diharapkannya supaya bisa meningkatkan nilai-nilai para pahlawan yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan Negara Indonesia.

Bupati mengatakan Indonesia adalah bangsa yang berisi berbeda-beda suku, ras, agama dan budaya, akan tetapi semua sama dan dalam hari santri yang memiliki makna penting untuk kaum muda-mudi di Indonesia.

BACA JUGA:   Ini Tanggapan Bupati Majalengka Soal Kasus yang Menimpa Anaknya

“Salah satunya untuk bisa menjaga sikap dan prilaku, jangan mudah terbujuk dalam kegiatan yang menyimpang dan mengatasnamakan agama yang akan merusak agama Islam,” tandasnya.

Maka, lanjutnya para santri harus bersanding dengan paham Negara, dalam menjalankan semua kegiatan dari santri yang hidup di tengah era modern dan digital.

Juga kepada para santri, harus bisa mempererat tali silaturahim dan bisa menggunakan media yang ada di negara untuk kebaikan dan bisa menjadi pelajaran, untuk kehidupan yang penuh keimanan dan ketakwaan dan solidaritas antar sesama.

Pada kesempatan tersebut, Bupati H Sutrisno menyerahkan bantuan beasiswa dari BAZNAS, selesai upacara kegiatan diteruskan dengan pawai yang diikuti ribuan masa dari ASN dan santri se-kabupaten majalengka. (Abduh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed