oleh

Perluas Titik Pencarian, Basarnas Persilahkan Negara Lain Ikut Bantu Pencarian AirAsia QZ8501

JAKARTA (CT) – Badan SAR Nasional (Basarnas) menambah empat titik baru lokasi pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak sejak Minggu pagi. Dengan demikian dihari kedua pencarian Basarnas dan tim penyelamat lainya melakukan pencarian di tujuh titik.

Menurut kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI F Henry Bambang Sulistyo, proses pencarian dihari kedua ini sedikit diperluas. Pencarian di lakukan di empat sektor pada titik dugaan lokasi koordinat yang diberikan air traffic control (ATC) Bandara Soekarno-Hatta. Sebab pada pencarian kemarin di empat titik sejauh 200 x 250 nautical mile square, dan dari hasil operasi kemarin belum ditemukan bagian serpihan yang diduga pesawat sehingga operasi pencarian dihentikan pada pukul 18.00. Tiga titik tambahan tersebut masuk dalam wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Singkep, Selat Karimata, dan wilayah darat pada bagian barat dari Provinsi Kalimantan Barat.

“Tiga sektor tambahan hari ini berada di bagian utara dari empat sektor pencarian kemarin,” kata Soelistyo kepada CT di Jakarta, Senin (29/12).

Soelistyo menlanjutkan, pihaknya sangat terbuka apabila ada tawaran bantuan dari negara lain untuk ikut mencari pesawat AirAsia QZ8501. Namun pihaknya hanya akan menerima bantuan dari negara yang memiliki alat yang dibutuhkan. Yakni berupa kapsul kapal selam yang mampu menyelam ke dasar laut, baik tanpa awak maupun dengan awak. Sehingga sanggup mengevakuasi apapun dari dasar laut.

“Kami akan mencoba pinjam kapsul itu, semoga saja nanti bisa berguna dan efektif,” ujar Soelistyo.

Sejauh ini lanjut Soelistyo, tawaran dari sejumlah negara tetangga terus berdatangan. Contohnya dari Australia yang mengirimkan dua unit pesawat AP-3C Orion. Pesawat AP 3C Orion sendiri pernah ikut mencari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang diduga hilang di Samudera Hindia pada akhir Maret lalu.

BACA JUGA:   Satu Rumah Ambruk akibat Pergerakan Tanah

“Negara yang sudah ikut bantu Malaysia dan Singapura,” ungkapnya. (CT-117)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed