OJK Cirebon Perkuat Literasi Keuangan Syariah melalui Edukasi Berbasis Masjid

  • Bagikan
OJK Cirebon Perkuat Literasi Keuangan Syariah melalui Edukasi Berbasis Masjid
OJK Cirebon perkuat literasi keuangan syariah melalui edukasi berbasis masjid. (ist.)

Citrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon kembali menegaskan peran strategisnya dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di wilayah Ciayumajakuning melalui edukasi yang menyasar langsung komunitas masyarakat.

Kegiatan tersebut digelar di Masjid Nurush Shobah, Desa Karangsambung, Kabupaten Cirebon, sekaligus menjadi puncak rangkaian GERAK Syariah 2026 di daerah tersebut.

Program itu menjadi langkah konkret OJK dalam menghadirkan edukasi keuangan yang tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat hingga tingkat desa. Dengan mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat aktivitas sosial, OJK mendorong terbentuknya simpul literasi keuangan syariah yang berkelanjutan dan mudah diakses masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, Asisten Daerah I Kabupaten Cirebon Mochamad Syafrudin, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Kabupaten Cirebon Sigit Nurhendi, serta perwakilan industri jasa keuangan syariah.

Kehadiran para pemangku kepentingan itu mencerminkan kuatnya sinergi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di daerah.
Peserta yang hadir berasal dari pengurus dan jamaah masjid dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon.

Tingginya partisipasi masyarakat, khususnya ibu-ibu kelompok pengajian, dinilai penting karena mereka memiliki peran strategis dalam mengelola keuangan rumah tangga.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah, serta kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan di sektor jasa keuangan.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menegaskan, literasi keuangan syariah merupakan fondasi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

“Melalui momentum puncak GERAK Syariah 2026, OJK Cirebon terus mendorong masyarakat agar tidak hanya memahami, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengelolaan keuangan secara bijak serta memanfaatkan layanan keuangan syariah secara optimal dan bertanggung jawab,” ujar Agus.

BACA JUGA:  Kinerja BPR Ciayumajakuning Tumbuh, Bank Umum Melemah

Selain edukasi, OJK juga mengingatkan masyarakat agar semakin waspada terhadap berbagai bentuk penipuan keuangan yang kian kompleks, terutama yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

“Masyarakat perlu memastikan penggunaan produk dan layanan keuangan hanya dari lembaga yang berizin dan diawasi, serta selalu mengakses informasi melalui kanal resmi OJK,” tegasnya.

Antusiasme tinggi peserta menjadi indikator bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas terbukti efektif dalam menjangkau masyarakat luas dan memberikan dampak nyata. Model edukasi ini dinilai mampu mempercepat peningkatan pemahaman sekaligus mendorong praktik keuangan yang lebih sehat di tengah masyarakat.

Melalui puncak GERAK Syariah 2026, OJK Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam membangun ekosistem keuangan syariah yang inklusif, aman, dan berkelanjutan, guna mendorong kesejahteraan masyarakat secara lebih merata. (Haris)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *