Semester I 2026, Daop 3 Cirebon Layani 2,13 Juta Penumpang

  • Bagikan
Semester I 2026, Daop 3 Cirebon Layani 2,13 Juta Penumpang
Semester I 2026, Daop 3 Cirebon layani 2,13 juta penumpang. (ist)

Citrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mencatat lonjakan jumlah pelanggan selama semester I 2026. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, sebanyak 2.138.947 pelanggan menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon atau meningkat 5,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 2.028.698 pelanggan.

Peningkatan tersebut menjadi sinyal semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api yang dinilai aman, nyaman, tepat waktu, sekaligus mampu memenuhi kebutuhan mobilitas untuk bekerja, pendidikan, bisnis, hingga perjalanan wisata.

Dari total pelanggan tersebut, sebanyak 1.076.822 pelanggan merupakan penumpang yang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon, sedangkan 1.062.125 pelanggan merupakan penumpang yang datang.

Sepanjang semester I 2026, tingginya mobilitas masyarakat didorong oleh aktivitas rutin serta momentum libur nasional, Angkutan Lebaran, Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta libur sekolah yang berlangsung pada akhir semester. Kondisi ini semakin memperkuat posisi kereta api sebagai moda transportasi pilihan masyarakat yang mampu menghubungkan berbagai kota secara efisien dan berkelanjutan.

Adapun lima stasiun dengan jumlah pelanggan tertinggi di wilayah Daop 3 Cirebon selama Semester I 2026 yakni Stasiun Cirebon sebanyak 889.443 pelanggan, terdiri atas 445.231 penumpang naik dan 444.212 penumpang turun.

Posisi berikutnya ditempati Stasiun Cirebonprujakan dengan 352.073 pelanggan, terdiri atas 175.339 penumpang naik dan 176.734 penumpang turun. Selanjutnya Stasiun Jatibarang melayani 285.836 pelanggan, dengan rincian 141.639 penumpang naik dan 144.197 penumpang turun.

Sementara itu, Stasiun Brebes mencatat 213.840 pelanggan, terdiri atas 111.185 penumpang naik dan 102.655 penumpang turun. Adapun Stasiun Haurgeulis melayani 148.020 pelanggan, dengan rincian 74.490 penumpang naik dan 73.530 penumpang turun.

Selama semester I 2026, jumlah pelanggan yang dilayani Daop 3 Cirebon setiap bulan meliputi Januari sebanyak 345.586 pelanggan, Februari 286.714 pelanggan, Maret 441.734 pelanggan, April 331.721 pelanggan, Mei 353.101 pelanggan, dan Juni 380.091 pelanggan.

BACA JUGA:  Stasiun Cirebon Prujakan Kini Punya Keberangkatan Awal KA

Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api yang terus bertransformasi dan menghadirkan berbagai inovasi pelayanan.

“Jumlah pelanggan yang terus meningkat menunjukkan bahwa kereta api telah menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan. Hal ini tentu menjadi bentuk kepercayaan yang sangat berharga bagi KAI. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan tersebut melalui peningkatan pelayanan di berbagai aspek, mulai dari keselamatan perjalanan, ketepatan waktu, kenyamanan, kebersihan, keamanan, hingga kemudahan layanan berbasis digital,” ujar Muhibbuddin.

Ia menjelaskan, melalui semangat KAI Semakin Melayani, perusahaan terus menghadirkan berbagai inovasi yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Selain meningkatkan kualitas pelayanan di stasiun maupun di dalam kereta, KAI juga terus memperkuat transformasi digital melalui aplikasi Access by KAI, meningkatkan fasilitas pelayanan pelanggan, serta memastikan keselamatan perjalanan tetap menjadi prioritas utama.

“KAI terus melakukan berbagai upaya perbaikan secara berkelanjutan agar pelanggan memperoleh pengalaman perjalanan yang semakin baik. Mulai dari kemudahan pemesanan tiket, peningkatan fasilitas di stasiun, pelayanan petugas yang semakin responsif, hingga peningkatan sarana dan prasarana, seluruhnya merupakan bagian dari komitmen KAI untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Muhibbuddin menambahkan, meningkatnya jumlah pelanggan turut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui jalur kereta api, terutama di kawasan sekitar stasiun. Tingginya mobilitas masyarakat mendorong berkembangnya sektor perdagangan, kuliner, perhotelan, pariwisata, transportasi lanjutan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut dia, keberadaan layanan kereta api juga memperkuat konektivitas antardaerah sehingga mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.

“Kami berharap ke depan semakin banyak masyarakat yang memilih kereta api sebagai moda transportasi utama. Selain memberikan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu, penggunaan transportasi massal seperti kereta api juga menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien, ramah lingkungan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Muhibbuddin. (Haris)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *